Diancam AS, Turki Batal Aktifkan Sistem Rudal S-400 Rusia

Selasa, 21 April 2020 - 15:12 WIB
loading...
Diancam AS, Turki Batal...
Komponen sistem pertahanan rudal S-400 Rusia tiba dengan pesawat kargo di dekat Bandara Murted, Ankara, 27 Agustus 2019. Foto/Militer Turki/Kementerian Pertahanan Turki/Handout via REUTERS
A A A
WASHINGTON - Turki batal mengaktifkan sistem pertahanan rudal S-400 Rusia pada bulan ini. Pembatalan itu terjadi di tengah Amerika Serikat (AS) yang akan menjatuhkan sanksi jika Ankara nekat mengaktifkan sistem pertahanan canggih tersebut.

Rezim pemerintah Presiden Recep Tayyip Erdogan telah membeli senjata pertahanan itu meski Washington protes keras dengan alasan bisa membahayakan pesawat jet tempur siluman F-35 dan sistem persenjataan NATO lainnya. Moskow sudah mengirim senjata pertahanan yang dibeli Ankara pada Juli hingga Agustus 2019 lalu.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Morgan Ortagus, mengatakan kepada Reuters pada Senin bahwa Washington terus sangat keberatan dengan pembelian dan penerapan sistem rudal S-400 buatan Rusia. Menurutnya, pengaktifan sistem itu akan mengakibatkan sanksi terhadap Ankara melalui undang-undang Amerika yang dikenal sebagai Countering America's Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA).

"Kami terus menekankan pada tingkat tertinggi bahwa transaksi S-400 adalah subjek dari pembahasan sanksi CAATSA yang sedang berlangsung dan itu tetap menjadi hambatan utama dalam hubungan bilateral dan di NATO. Kami yakin bahwa Presiden Erdogan dan pejabat seniornya memahami posisi kami," kata Ortagus dalam sebuah pernyataan melalui email, yang dilansir Selasa (21/4/2020).

Sementara itu, seorang pejabat senior Turki yang menolak disebutkan namanya memastikan bahwa pengaktifan S-400 yang semestinya dimulai April ini telah ditunda atau dibatalkan. Namun, pejabat itu mengklaim pembatalan operasional senjata tersebut karena Ankara sedang fokus memerangi pandemi virus corona baru, Covid-19.

"Tidak akan mundur pada keputusan untuk mengaktifkan S-400, (tetapi) karena Covid-19...rencana bagi mereka untuk siap pada bulan April akan ditunda," kata pejabat itu, seperti dikutip Reuters.

AS telah berulang kali menuntut agar Turki menyingkirkan sistem pertahanan rudal S-400 Rusia dan membeli sistem pertahanan udara Patriot buatan Amerika Serikat sebagai penggantinya.

Ankara menolak untuk membuat konsesi mengenai pembelian S-400. Sebelumnya pada bulan Maret, Presiden Erdogan menyatakan bahwa S-400 akan mulai beroperasi di Turki pada bulan April 2020.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
AS Janji Ubah Hubungan...
AS Janji Ubah Hubungan dengan Iran secara Drastis, jika...
Rekomendasi
Amanda Manopo Ungkap...
Amanda Manopo Ungkap Tantangan Jadi Ibu Baru, Baby Zac Alergi Susu hingga Ikan
Doa Anak Yatim Diyakini...
Doa Anak Yatim Diyakini Mustajab, Benarkah?
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Atur Jabatan Sipil, Usia Pensiun, hingga Rekrutmen Disabilitas
Berita Terkini
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Profil Abelardo De La...
Profil Abelardo De La Espriella, Pengacara Berjam Tangan Mewah yang Jadi Presiden Baru Kolombia
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved