KBRI Nairobi Pulangkan 12 ABK WNI Terlantar dari Somalia
Minggu, 29 Agustus 2021 - 17:38 WIB
Di tengah tekanan yang semakin tinggi dan suasana kerja yang sangat tidak kondusif, tanggal 15 Agustus 2021, empat ABK nekat kabur dari kapal dan berenang ke pantai dengan peralatan seadanya. Brando Brayend Tewuh, salah satu ABK yang kabur dari kapal menceritakan kepada Pelaksana Fungsi Prlindungan WNI KBRI Nairobi, Fauzi Bustami, bahwa dirinya bersama tiga orang temannya nekat terjun dari kapal Liao Dong Yu 535 karena sudah tidak tahan dengan kondisi di kapal dan ingin pulang.
Namun demikian, setelah terombang ambing selama kurang lebih enam jam di laut, mereka belum bisa mencapai pantai karena ombak yang besar dari arah pantai. Mereka kelelahan serta kedinginan.
Brando dan dua orang rekannya akhirnya berhasil diselamatkan oleh Kapal Liao Dong Yu 535. Namun, nahas, satu orang rekannya tidak dapat ditemukan. Baca juga: KBRI Panama City Bantu Pemakaman ABK Meninggal karena Covid-19
Proses pemulangan ke-12 ABK asal Indonesia tersebut dimulai pekan lalu saat mereka dikirim ke pantai kota Xaafuun, Puntland dengan kapal kecil. Saat tiba di daratan, tiga orang diantaranya,Irvandi Wabula, Riki Rikardo dan Valentino Vrangklen Lontaan langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Kemudian, ke-12 ABK diberangkatkan dari Xaafuun menuju kota Bosaso, kota terbesar di Puntland. Selama empat hari di Bosaso, seluruh ABK mendapatkan pemulihan kesehatan dan tes PCR.Setelah itu, tanggal 27 Agustus 2021, rombongan berangkat meninggalkan Somalia menuju Indonesia melalui Addis Ababa, Ethiopia.
Namun demikian, setelah terombang ambing selama kurang lebih enam jam di laut, mereka belum bisa mencapai pantai karena ombak yang besar dari arah pantai. Mereka kelelahan serta kedinginan.
Brando dan dua orang rekannya akhirnya berhasil diselamatkan oleh Kapal Liao Dong Yu 535. Namun, nahas, satu orang rekannya tidak dapat ditemukan. Baca juga: KBRI Panama City Bantu Pemakaman ABK Meninggal karena Covid-19
Proses pemulangan ke-12 ABK asal Indonesia tersebut dimulai pekan lalu saat mereka dikirim ke pantai kota Xaafuun, Puntland dengan kapal kecil. Saat tiba di daratan, tiga orang diantaranya,Irvandi Wabula, Riki Rikardo dan Valentino Vrangklen Lontaan langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Kemudian, ke-12 ABK diberangkatkan dari Xaafuun menuju kota Bosaso, kota terbesar di Puntland. Selama empat hari di Bosaso, seluruh ABK mendapatkan pemulihan kesehatan dan tes PCR.Setelah itu, tanggal 27 Agustus 2021, rombongan berangkat meninggalkan Somalia menuju Indonesia melalui Addis Ababa, Ethiopia.
Lihat Juga :