Wanita Afghanistan Lahirkan Bayi Perempuan di Pesawat Evakuasi AS

Selasa, 24 Agustus 2021 - 00:13 WIB
Namun, beberapa negara sedang mencari perpanjangan tenggat waktu ini untuk membantu mengevakuasi warga mereka dan warga Afghanistan yang bertugas di lembaga-lembaga Barat dengan aman. Dikhawatirkan mereka menghadapi risiko pembalasan Taliban.

"Mereka ingin mengevakuasi 60.000 orang antara sekarang dan akhir bulan ini," ungkap kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell kepada kantor berita AFP, Sabtu.

"Secara matematis tidak mungkin," ujar dia.

Taliban menyalahkan AS atas kekacauan di bandara. "Amerika, dengan segala kekuatan dan fasilitasnya... telah gagal menertibkan bandara," ungkap pejabat Taliban Amir Khan Mutaqi.

"Ada kedamaian dan ketenangan di seluruh negeri, tetapi kekacauan hanya ada di bandara Kabul," papar Mutaqi.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!