Rusia: NATO Hancurkan Seluruh Kemungkinan Format Kerjasama, Termasuk Soal Afghanistan
Senin, 23 Agustus 2021 - 14:14 WIB
Sebagai contoh perilaku seperti itu, Grushko menyebut operasi di bekas Yugoslavia, serta di Afghanistan dan Libya. Baca juga: Tolak Pengungsi, Putin: Kami Tak Ingin Militan Afghanistan di Rusia
“Mengingat konsekuensi bencana dari operasi ini, NATO dihadapkan pada krisis eksistensial lain, yang biasanya diselesaikan dengan kembali ke asal-usulnya. Jadi, konsep “ancaman dari Timur” muncul kembali,” ujarnya.
“Kudeta Ukraina dan peristiwa-peristiwa berikutnya, yang tidak ada hubungannya dengan kepentingan inti aliansi, digunakan sebagai pembenaran ideologis untuk kembali ke tujuan awal tahun 1949. Dalam hal ini, akhir cerita Afghanistan, era skala besar operasi, dapat segera menyebabkan munculnya kembali retorika “ancaman Rusia,” tukasnya.
“Mengingat konsekuensi bencana dari operasi ini, NATO dihadapkan pada krisis eksistensial lain, yang biasanya diselesaikan dengan kembali ke asal-usulnya. Jadi, konsep “ancaman dari Timur” muncul kembali,” ujarnya.
“Kudeta Ukraina dan peristiwa-peristiwa berikutnya, yang tidak ada hubungannya dengan kepentingan inti aliansi, digunakan sebagai pembenaran ideologis untuk kembali ke tujuan awal tahun 1949. Dalam hal ini, akhir cerita Afghanistan, era skala besar operasi, dapat segera menyebabkan munculnya kembali retorika “ancaman Rusia,” tukasnya.
(ian)
Lihat Juga :