Deklarasikan Amnesti, Taliban Desak Kaum Perempuan Gabung Pemerintahan

Selasa, 17 Agustus 2021 - 16:54 WIB
Samangani tetap tidak memberikan penjelasan secara rinci, namun menyiratkan bahwa orang-orang yang mengetahui aturan hukum Islam yang diharapkan Taliban akan diikuti.

"Orang-orang kami adalah Muslim dan kami tidak di sini untuk memaksa mereka masuk Islam," katanya.

Meskipun tidak ada laporan tentang pelanggaran atau pertempuran di Kabul, banyak penduduk tetap tinggal di rumah dan takut setelah Taliban mengosongkan penjara dan menjarah gudang senjata pasca mengambilalih kekuasaan.

Baca juga: Berkuasa, Taliban Bebaskan 5.000 Teroris ISIS dan al-Qaeda dari Penjara

Generasi tua Afghanistan mengingat pandangan Islam ultrakonservatif Taliban, yang meliputi rajam, amputasi dan eksekusi publik selama pemerintahan mereka sebelum invasi pimpinan Amerika Serikat (AS) yang mengikuti serangan teror 11 September 2001.

Di bawah Taliban, yang memerintah sesuai dengan interpretasi hukum Islam yang keras, sebagian besar wanita dikurung di rumah mereka. Para pemberontak telah berusaha untuk memproyeksikan moderasi yang lebih besar dalam beberapa tahun terakhir, tetapi banyak warga Afghanistan tetap skeptis.

Stasiun TV terkemuka Afghanistan, Tolo News, pada hari Selasa menyiarkan program berita dengan pembawa berita perempuan yang mewawancarai seorang anggota tim media Taliban. Sejumlah anchor berita perempuan Afghanistan telah berhenti mengudara sejak Kabul jatuh ke tangan Taliban pada hari Minggu ketika kota itu mundur karena terkejut atas situasi yang berubah dengan cepat di lapangan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!