Arab Saudi Eksekusi Mati 40 Orang Hanya dalam 6 Bulan
Rabu, 04 Agustus 2021 - 13:08 WIB
Amnesty mengatakan saat menduduki kursi kepresidenan G-20 sepanjang 2020, negara yang dipimpin Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud ini mengeksekusi sembilan orang.
Kursi kepresidenan G-20 telah diserahkan ke Italia.
“Jeda singkat dalam represi yang bertepatan dengan tuan rumah KTT G-20 di Arab Saudi November lalu menunjukkan bahwa ilusi reformasi hanyalah dorongan PR [public relation],” kata Lynn Maalouf, wakil direktur untuk Timur Tengah dan Afrika Utara di Amnesty International, seperti dilansir Al Jazeera, Rabu (4/8/2021).
Menurut kelompok HAM yang berbasis di Inggris itu, eksekusi mati terjadi setelah hukuman mati dijatuhkan dalam pengadilan yang sangat tidak adil, dirusak oleh klaim penyiksaan selama penahanan pra-ajudikasi yang mengarah pada "pengakuan" paksa yang secara sistematis gagal diselidiki oleh penuntut.
Itu termasuk eksekusi pada Juni 2021 terhadap seorang pria karena pelanggaran, yang menurut kelompok HAM, dilakukan saat terpidana berusia di bawah 18 tahun. Itu juga menjadi ironi ketika Arab Saudi mengaku telah menghapus hukuman mati untuk banyak kejahatan yang dilakukan terpidana saat masa kanak-kanak.
Kursi kepresidenan G-20 telah diserahkan ke Italia.
“Jeda singkat dalam represi yang bertepatan dengan tuan rumah KTT G-20 di Arab Saudi November lalu menunjukkan bahwa ilusi reformasi hanyalah dorongan PR [public relation],” kata Lynn Maalouf, wakil direktur untuk Timur Tengah dan Afrika Utara di Amnesty International, seperti dilansir Al Jazeera, Rabu (4/8/2021).
Menurut kelompok HAM yang berbasis di Inggris itu, eksekusi mati terjadi setelah hukuman mati dijatuhkan dalam pengadilan yang sangat tidak adil, dirusak oleh klaim penyiksaan selama penahanan pra-ajudikasi yang mengarah pada "pengakuan" paksa yang secara sistematis gagal diselidiki oleh penuntut.
Itu termasuk eksekusi pada Juni 2021 terhadap seorang pria karena pelanggaran, yang menurut kelompok HAM, dilakukan saat terpidana berusia di bawah 18 tahun. Itu juga menjadi ironi ketika Arab Saudi mengaku telah menghapus hukuman mati untuk banyak kejahatan yang dilakukan terpidana saat masa kanak-kanak.
Lihat Juga :