Singapura: Peningkatan Kasus Tidak Ubah Rencana Perlakukan Covid-19 sebagai Flu Biasa
Senin, 26 Juli 2021 - 21:11 WIB
“Tetapi bahkan ketika kita melakukannya, kita harus ingat bahwa sampai kita mencapai tingkat vaksinasi yang cukup tinggi, terutama di kalangan manula, kita akan terus rentan terhadap kemunduran yang tidak terduga, seperti yang kita alami sekarang,” ujarnya.
Menurutnya, tingkat vaksinasi yang tinggi akan memberi kita dasar yang lebih kokoh dan stabil saat kita melanjutkan perjalanan ini. "Semakin tinggi tingkat vaksinasi, semakin kokoh tanah yang kita pijak," tegas Ong.
Singapura telah melihat lonjakan infeksiCovid-19 dalam beberapa pekan terakhir, dengan banyak kasus terkait dengan kluster di Pelabuhan Perikanan Jurong/Pusat Makanan Hong Lim dan KTV. Baca juga: Muncul Klaster Karaoke, Singapura Catatkan Kasus Infeksi Covid-19 Tertinggi
Menggambarkan situasi saat ini sebagai periode paling aneh dari transisi Singapura, Ong menuturkan pihaknya sudah memiliki visi, misi dan peta jalan yang jelas. Tetapi, dia menyebut, peta jalan itu tidak akan berjalan jika target vaksinasi belum tercapai.
"Tetapi kami tidak memiliki cukup antibodi di dalam diri kami untuk memastikan bahwa kami dapat menindaklanjuti rencana kami tanpa hambatan. Tapi janganlah kita meremehkan kemajuan yang telah kita buat. Peta jalan itu sebenarnya sedang dilaksanakan saat kita berbicara," tukasnya.
Menurutnya, tingkat vaksinasi yang tinggi akan memberi kita dasar yang lebih kokoh dan stabil saat kita melanjutkan perjalanan ini. "Semakin tinggi tingkat vaksinasi, semakin kokoh tanah yang kita pijak," tegas Ong.
Singapura telah melihat lonjakan infeksiCovid-19 dalam beberapa pekan terakhir, dengan banyak kasus terkait dengan kluster di Pelabuhan Perikanan Jurong/Pusat Makanan Hong Lim dan KTV. Baca juga: Muncul Klaster Karaoke, Singapura Catatkan Kasus Infeksi Covid-19 Tertinggi
Menggambarkan situasi saat ini sebagai periode paling aneh dari transisi Singapura, Ong menuturkan pihaknya sudah memiliki visi, misi dan peta jalan yang jelas. Tetapi, dia menyebut, peta jalan itu tidak akan berjalan jika target vaksinasi belum tercapai.
"Tetapi kami tidak memiliki cukup antibodi di dalam diri kami untuk memastikan bahwa kami dapat menindaklanjuti rencana kami tanpa hambatan. Tapi janganlah kita meremehkan kemajuan yang telah kita buat. Peta jalan itu sebenarnya sedang dilaksanakan saat kita berbicara," tukasnya.
(ian)
Lihat Juga :