Pakar PBB Sebut Permukiman Israel Kejahatan Perang, Zionis Marah

Sabtu, 10 Juli 2021 - 10:33 WIB
"Pertanyaan sebenarnya adalah mengapa pemerintahan [Joe] Biden telah memutuskan untuk bergabung dan melegitimasi Dewan [HAM PBB] ini dan figur otoritas hak asasi manusianya yang tidak masuk akal, mengetahui sepenuhnya bahwa baik Dewan maupun platform Lynk tidak dapat akan atau akan diubah," katanya.

Baca juga: Pasangan Ini Bulan Madu di Kota Nudis Terbesar di Dunia, Belanja dan Makan Pun Telanjang

Bayefsky, yang juga presiden Human Rights Voices dan yang berbicara secara teratur dan memantau Dewan HAM PBB, mengatakan kepada Fox News: "Yang disebut ahli Dewan HAM PBB di 'wilayah Palestina', Michael Lynk, adalah seorang ekstremis yang terkenal kejam."

"Tiga hari setelah [serangan teroris] 9/11, dia menyalahkan 'pengabaian' oleh negara-negara Barat terhadap hukum karena 'membiakkan tindakan semacam ini'. Dia secara rutin membuat analogi aneh Israel, dan para korban Yahudi [oleh] Nazi, di mana Nazi menentang legitimasi keberadaan negara Yahudi sama sekali," paparnya.

"Contoh menjijikkan hari ini dalam mempromosikan anti-Semitisme dengan kedok melindungi hak asasi manusia adalah setara, baik badan hak asasi manusia tertinggi PBB dan perwakilannya, Michael Lynk," lanjut dia.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!