Prancis Menyangkal Tutup-tutupi Uji Coba Nuklir di Pasifik

Sabtu, 03 Juli 2021 - 10:00 WIB
Menurut Disclose hingga saat ini hanya 63 warga sipil Polinesia Prancis, tidak termasuk tentara dan kontraktor, yang telah menerima kompensasi atas paparan radiasi dari uji coba nuklir, .

Situs web tersebut mengatakan telah menilai kembali polusi di Kepulauan Gambier, Tureia dan Tahiti menyusul enam uji coba nuklir yang dianggap paling mencemari dalam sejarah uji coba nuklir Prancis di Pasifik.

Baca juga: Menhan RI dan Prancis Teken Persetujuan Kerja Sama Pertahanan

Situs itu mengklaim bahwa kesimpulannya sangat berbeda dengan Komisi Energi Alternatif dan Energi Atom Prancis (CEA), yang angkanya menjadi referensi untuk kompensasi bagi para korban tes.

Dalam satu contoh, Disclose mengatakan deposit tanah radioaktif di atol telah menurun lebih dari 40 persen, sementara lebih dari 100.000 orang mungkin telah terkontaminasi secara total.

Prancis melakukan 193 uji coba nuklir selama tiga dekade di Polinesia Prancis sampai mantan presiden Jacques Chirac mengakhiri program tersebut pada 1990-an di tengah kampanye protes internasional.

Pada tahun 2016, mantan presiden Francois Hollande mengakui selama perjalanan ke wilayah tersebut bahwa tes tersebut "berdampak" pada kesehatan dan lingkungan dan berjanji untuk mengubah proses kompensasi.

Dari tahun 1960 hingga 1966, Prancis juga melakukan 17 uji coba nuklir di lokasi gurun pasir di Aljazair, di mana para juru kampanye terus mendesak kompensasi dan pembersihan.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!