PM Israel Peringatkan Pembicaraan Nuklir dengan Rezim Baru Iran
Senin, 21 Juni 2021 - 04:12 WIB
Bennett mengatakan bahwa Raisi akan ciptakan rezim algojo brutal di Iran, di mana kekuatan dunia tidak boleh merundingkan kesepakatan nuklir baru dengannya. Foto/REUTERS
TEL AVIV - Israel mengecam terpilihnya Ebrahim Raisi sebagai Presiden Iran. Tel Aviv mengatakan bahwa dia akan menjadi "rezim algojo brutal", di mana kekuatan dunia tidak boleh merundingkan kesepakatan nuklir baru dengannya.
Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, mengatakan, terpilihnya Raisi dimungkinkan karena faktor Pemimpin Tertinggi Iran,Ayatollah Ali Khamenei dibandingkan oleh pemungutan suara yang bebas. Baca juga: Raisi Presiden Baru Iran, Ahmadinejad Golput: 'Saya Tak Mau Ambil Bagian dalam Dosa Ini'
"Pemilihan Raisi, menurut saya, adalah kesempatan terakhir bagi kekuatan dunia untuk bangkit sebelum kembali ke perjanjian nuklir dan memahami dengan siapa mereka berbisnis," kata Bennett.
"Rezim algojo brutal tidak boleh diizinkan memiliki senjata pemusnah massal. Posisi Israel tidak akan berubah dalam hal ini," sambungnya, seperti dilansir Channel News Asia pada Senin (21/6/2021).
Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, mengatakan, terpilihnya Raisi dimungkinkan karena faktor Pemimpin Tertinggi Iran,Ayatollah Ali Khamenei dibandingkan oleh pemungutan suara yang bebas. Baca juga: Raisi Presiden Baru Iran, Ahmadinejad Golput: 'Saya Tak Mau Ambil Bagian dalam Dosa Ini'
"Pemilihan Raisi, menurut saya, adalah kesempatan terakhir bagi kekuatan dunia untuk bangkit sebelum kembali ke perjanjian nuklir dan memahami dengan siapa mereka berbisnis," kata Bennett.
"Rezim algojo brutal tidak boleh diizinkan memiliki senjata pemusnah massal. Posisi Israel tidak akan berubah dalam hal ini," sambungnya, seperti dilansir Channel News Asia pada Senin (21/6/2021).
Lihat Juga :