Lawan Tekanan AS, Yunani Tolak Nonaktifkan Sistem Rudal S-300
Sabtu, 19 Juni 2021 - 19:04 WIB
Baca juga: AS: Biden dan Erdogan Gagal Capai Kesepakatan soal S-400 Rusia
Sistem pertahanan rudal S-300, selesai pada tahun 1978, dirancang untuk bertahan dari serangan udara jarak pendek dan menengah dan dianggap sebagai salah satu sistem pertahanan udara paling kuat di dunia.
Rusia menjual sistem S-300 ke 20 negara, termasuk negara anggota NATO seperti Bulgaria, Yunani dan Slovakia.
Krisis Kardak di Laut Aegea, yang pecah pada hari-hari terakhir tahun 1995 dan mencapai puncaknya pada Januari 1996, menjadi titik balik strategi pertahanan Yunani.
Gagal bertahan melawan Turki dalam klaimnya atas pulau Kardak, Yunani menyimpulkan bahwa penjualan senjata proporsional yang dilakukan AS ke kedua sisi Laut Aegea yaitu, Yunani dan Turki untuk mencapai keseimbangan antara kedua negara tidak dapat memenuhi kebutuhannya.
Sistem pertahanan rudal S-300, selesai pada tahun 1978, dirancang untuk bertahan dari serangan udara jarak pendek dan menengah dan dianggap sebagai salah satu sistem pertahanan udara paling kuat di dunia.
Rusia menjual sistem S-300 ke 20 negara, termasuk negara anggota NATO seperti Bulgaria, Yunani dan Slovakia.
Krisis Kardak di Laut Aegea, yang pecah pada hari-hari terakhir tahun 1995 dan mencapai puncaknya pada Januari 1996, menjadi titik balik strategi pertahanan Yunani.
Gagal bertahan melawan Turki dalam klaimnya atas pulau Kardak, Yunani menyimpulkan bahwa penjualan senjata proporsional yang dilakukan AS ke kedua sisi Laut Aegea yaitu, Yunani dan Turki untuk mencapai keseimbangan antara kedua negara tidak dapat memenuhi kebutuhannya.
Lihat Juga :