Krisis Makanan Korut Mulai Parah, Sebungkus Kopi Rp1,4 Juta

Sabtu, 19 Juni 2021 - 14:33 WIB
Warga di Pyongyang, sebagaimana dikutip CNN, Sabtu (19/6/2021), mengatakan harga kentang meroket tiga kali lipat. Mereka yang mencari minuman berkafein terpaksa membayar hingga USD100 untuk sebungkus kopi dan USD70 untuk beberapa teh celup.

Harga kebutuhan pokok lain seperti beras dan bahan bakar dilaporkan tetap tinggi. Pengakuan Kim Jong-un bahwa ekonomi yang dikelola negara tidak dapat memberi makan warganya menunjukkan bahwa krisis pangan di negara itu berada di ujung tanduk.

Baca juga: AS Tarik 8 Sistem Rudal Patriot dari 4 Negara Arab, Termasuk Arab Saudi

Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) baru-baru ini melaporkan bahwa Korea Utara hanya memiliki persediaan pangan untuk dua bulan ke depan, menderita kekurangan pasokan sebesar 860.000 ton secara nasional.

Kim Jong-un menolak untuk merinci sejauh mana krisis pangan di negaranya, tetapi baru-baru ini dia memperingatkan warganya untuk bersiap menghadapi "Maret yang Sulit" lainnya, nama yang diberikan untuk krisis pangan tahun 1990-an.

“Saya memutuskan untuk meminta organisasi WPK (Partai Buruh Korea) di semua tingkatan, termasuk Komite Pusat dan sekretaris sel dari seluruh partai, untuk melakukan 'pawai sulit' yang lebih sulit untuk membebaskan kesulitan rakyat kami, bahkan sedikit pun,” kata Kim pada April lalu.

Sanksi perdagangan internasional telah lama menjangkiti negara komunis Korea tersebut, tetapi dampak buruk dari pandemi COVID-19 ditambah dengan pembatasan impor barang telah membawa situasi suram ke puncak. Demikian disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian. China merupakan sekutu dekat Korea Utara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!