Putra Gaddafi Maju Jadi Calon Presiden Libya, 10 tahun Usai Aksi NATO

Jum'at, 11 Juni 2021 - 23:02 WIB
Seorang juru bicara keluarga mengatakan sekitar waktu itu bahwa Gaddafi ingin mencalonkan diri sebagai presiden.

Moskow menanggapi laporan Bloomberg dengan menyatakan tidak seorang pun harus dikecualikan dari proses politik Libya, menambahkan pihaknya terus berhubungan dengan berbagai kelompok di negara itu dalam upaya membantu memfasilitasi negosiasi perdamaian.

Libya telah mengalami perang saudara dan pergolakan politik selama bertahun-tahun setelah intervensi militer yang didukung NATO.

Libya beringsut menuju penyelesaian konflik antara Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang berbasis di Tripoli dan badan pemerintahan terpisah yang didukung komandan militer Khalifa Haftar, yang mengendalikan wilayah timur Libya.

Baik GNA dan pemerintahan yang didukung Haftar telah sepakat mendukung pemerintah pusat.

Pada Maret, parlemen Libya menunjuk Perdana Menteri Abdul Hamid Dbeibeh untuk memimpin pemerintahan sementara hingga pemilu Desember.

Libya masih menjadi ajang pertarungan pengaruh antara berbagai negara di kawasan, termasuk Turki, Rusia, Uni Emirat Arab, dan kekuatan Barat.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!