Jalan-jalan di Hungaria Diberi Nama yang Menyinggung China, Beijing Geram

Kamis, 03 Juni 2021 - 22:49 WIB
Sebidang tanah yang saat ini telantar di Budapest direncanakan untuk menampung kampus Universitas Fudan di kompleks setengah juta meter persegi pada tahun 2024. Proyek ini merupakan kesepakatan yang ditandatangani antara Hungaria dan presiden universitas yang berbasis di Shanghai.



Tetapi Wali Kota Budapest Gergely Karacsony mengatakan; “Kami tidak ingin Universitas Fudan yang elite dan swasta di sini dengan mengorbankan pembayar pajak Hungaria.”

Wali kota liberal itu sebelumnya mengecam apa yang dia sebut "pembelian pengaruh China" di Hongaria dan mendesak Perdana Menteri Viktor Orban untuk menghormati janji sebelumnya untuk tidak memaksakan proyek di ibu kota.

Jajak pendapat menunjukkan mayoritas penduduk Budapest menentang rencana proyek pendirian kampus tersebut.

Pemerintah berargumen bahwa pos terdepan Universitas Fudan yang bergengsi, peringkat ke-100 di Peringkat Shanghai, akan memungkinkan ribuan pelajar Hungaria, China, dan internasional lainnya untuk memperoleh diploma berkualitas tinggi.

Sementara itu, Beijing ingin mempertahankan "kehadiran"-nya di Hungaria.

Wang mengatakan hubungan antara kedua negara menikmati perkembangan momentum yang kuat dan menghasilkan hasil yang bermanfaat.

Dorongan kekuatan lunak China ke luar negeri melalui media dan pendidikan telah mendapat kecaman dalam beberapa tahun terakhir, di mana kritik di Barat memperingatkan infiltrasi Komunis dan menunjuk pada pelanggaran hak asasi manusia Beijing.

Institut Konfusius—organisasi yang didanai oleh China yang menawarkan kelas bahasa dan budaya China—menjadi sasaran pemerintahan mantan presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Dapatkan berita terbaru, follow WhatsApp Channel SINDOnews sekarang juga!
Halaman :
tulis komentar anda
Video Rekomendasi
Berita Terkait
Rekomendasi
Terpopuler
Berita Terkini More