Via TikTok, Tentara Cantik Israel Umbar Kebencian terhadap Gerakan Kemerdekaan Palestina

Senin, 31 Mei 2021 - 09:55 WIB
Ketika platform dibanjiri dengan gambar orang-orang yang melarikan diri dari serangan udara Israel, tentara IDF mencoba menyelamatkan muka dengan mengeluarkan konten pro-militer seperti memamerkan seragam mereka atau bertemu orang yang dicintai di perbatasan Gaza.

“Ada sejarah panjang di Israel tentang ikonografi militer yang mendukung keindahan berseragam sebagai simbol nasionalis,” kata Rebecca Stein, profesor antropologi budaya di Duke University dan penulis “Screen Shots: State Violence on Camera in Israel and Palestine”.

“Militer menggunakannya dengan cara baru untuk memenuhi kebutuhan momen digital," ujarnya.

Dipercaya bahwa "thirst trap" bertujuan untuk menciptakan disonansi kognitif dengan laki-laki muda progresif yang mungkin mendukung pandangan pro-Palestina namun menganggap tentara Israel menarik.

Meskipun media sosial sebagai alat propaganda bukanlah hal baru, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) unik karena banyak tentaranya berusia antara 18 hingga 21 tahun—berkat wajib militer Israel— membuat mereka sangat paham media sosial.

“Israel adalah masyarakat militeristik, jadi ada dukungan yang lebih luas untuk jenis media tersebut, sedangkan di Amerika Serikat hal-hal seperti [video tarian tentara] tidak menjadi viral dengan cara yang sama,” kata Sophia Goodfriend, kandidat PhD antropologi budaya di Duke yang saat ini berbasis di Yerusalem.

Baca juga: Batalion Sepik Siap Perang dengan Indonesia, Ini Respons Resmi PNG
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!