Bos Mossad Incar Posisi Strategis di Negara Teluk setelah Pensiun
Jum'at, 28 Mei 2021 - 14:27 WIB
The Times of Israel melaporkan langkah ini merupakan pelanggaran prosedur yang ada yang mencegah Cohen melakukan aktivitas yang dapat membahayakan informasi atau masalah terkait tugas resminya sebagai bos Mossad selama beberapa tahun setelah kepergiannya dari posisinya.
Baca juga: Google Sarankan Keffiyeh Palestina sebagai Simbol Terorisme, Netizen Marah Besar
Surat kabar tersebut menunjukkan Cohen telah mengelola hubungan intelijen antara Israel dan negara-negara Arab seperti Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA) dalam beberapa tahun terakhir.
Cohen adalah utusan khusus Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu untuk upaya menormalkan hubungan antara rezim Zionis dan tetangga-tetangga Arabnya yakni UEA, Bahrain, Sudan dan Maroko yang sekarang semuanya telah membangun hubungan dengan Zionis.
Baca juga: Google Sarankan Keffiyeh Palestina sebagai Simbol Terorisme, Netizen Marah Besar
Surat kabar tersebut menunjukkan Cohen telah mengelola hubungan intelijen antara Israel dan negara-negara Arab seperti Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA) dalam beberapa tahun terakhir.
Cohen adalah utusan khusus Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu untuk upaya menormalkan hubungan antara rezim Zionis dan tetangga-tetangga Arabnya yakni UEA, Bahrain, Sudan dan Maroko yang sekarang semuanya telah membangun hubungan dengan Zionis.
(sya)
Lihat Juga :