Akui Prancis Lakukan Genosida, Macron Minta Pengampunan Masyarakat Rwanda

Kamis, 27 Mei 2021 - 21:19 WIB
Kunjungan itu menyusul rilis laporan panel penyelidikan Prancis pada Maret yang mengatakan sikap kolonial telah membutakan para pejabat Prancis dan pemerintah memikul tanggung jawab "serius dan luar biasa" karena tidak meramalkan pembantaian itu.

Namun, laporan itu membebaskan Prancis dari keterlibatan langsung dalam pembunuhan lebih dari 800 ribu Tutsi dan Hutu moderat. Poin yang sama disampaikan Macron dalam pernyataanya di Kigali.

"Para pembunuh yang mengintai di rawa-rawa, perbukitan, gereja, tidak memiliki wajah Prancis. Prancis bukanlah kaki tangan," kata Macron. Baca juga: Oknum Militer Rwanda Perkosa Wanita yang Langgar Aturan Lockdown

Macron sendiri adalah Presiden Prancis pertama yang melakukan kunjungan ke Rwanda dalam kurun waktu satu dekade terakhir. Presiden Prancis yang mengunjungi negara Afrika itu adalah Nicolas Sarkozy pada 2010 lalu.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!