Demi Menangkap Oposisi Belarusia, Penerbangan Ryanair Diancam Bom

Senin, 24 Mei 2021 - 09:53 WIB
Saluran Telegram yang dianggap dekat dengan pemerintah Belarusia mengeklaim bahwa Presiden Lukashenko secara pribadi mengizinkan pengiriman jet tempur MiG-29 dari Angkatan Udara Belarusia untuk mengawal pesawat sipil tersebut.

Baca juga: Mossad Israel Klaim Sabotase Ratusan Roket Hamas sebelum Perang

Hal ini ditafsirkan oleh rekan Protasevich sebagai pengakuan diam-diam bahwa pemerintah berada di balik situasi yang mendorong pengalihan penerbangan Ryanair.

“Lukashenko dan Angkatan Udara memaksa pesawat Ryanair untuk berbelok dan mendarat di Minsk. Itu adalah pembajakan," tulis Nexta Live dalam laporannya tentang situasi tersebut.

Tikhanovskaya, yang mengeklaim sebagai pemimpin sah Belarusia, menyebut peristiwa itu sebagai "operasi intelijen yang jelas."

Dia mengatakan negara asalnya harus dihukum karena itu, termasuk diusir dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).

Presiden Lithuania Gitanas Nauseda mendukung argumen itu, dengan mengatakan pemerintah Lukashenko mengarahkan pesawat untuk mendarat "dengan paksa."

“Saya meminta sekutu NATO dan Uni Eropa untuk segera bereaksi terhadap ancaman yang ditimbulkan terhadap penerbangan sipil internasional oleh rezim Belarusia. Komunitas internasional harus segera mengambil langkah agar hal ini tidak terulang,” katanya dalam pernyataan yang dikutip oleh Reuters, Senin (24/5/2021).
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!