Dua Dekade 'Tertidur', Letusan Gunung Berapi Kongo Merubah Langit Jadi Merah

Minggu, 23 Mei 2021 - 11:25 WIB
Stasiun televisiRwanda melaporkan bahwa lebih dari 3.000 pengungsi telah melintasi perbatasan.

"Sekolah, gereja dan fasilitas lainnya akan menampung mereka yang melarikan diri dari bencana," kata Badan Penyiaran Rwanda (RBA) seperti dikutip dari Russia Today.

Letusan besar terakhir gunung berapi tersebut pada tahun 2002 menewaskan 250 orang di Goma. Selain itu lebih dari 100.000 orang kehilangan tempat tinggal setelah bencana tersebut.

Baca juga: Kelelahan, Dua Pendaki Meninggal Saat Menuruni Gunung Everest

Letusan paling mematikan di Nyiragongo terjadi pada tahun 1977. Pada saat itu, aliran lahar menyapu kota, merusaknya dengan kecepatan hingga 60 kilometer per jam (37mph). Korban tewas pasti dari letusan itu tidak diketahui. AFP melaporkan bahwa lebih dari 600 orang tewas saat itu.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!