Prancis Ogah Terseret Konflik China-AS

Minggu, 23 Mei 2021 - 00:11 WIB
"Moskow terus ingin melemahkan model demokrasi kita dengan bertindak di bidang digital dan bidang pengaruh," tudingnya.

“Hari ini, kehadiran Rusia, Turki atau China di Afrika mengkhawatirkan dan membuat tidak stabil,” kata Lecointre.

Baca juga: Rusia Luncurkan Produksi Massal Robot Perang yang Bisa Bertempur Sendiri

Rusia saat ini memiliki sekitar 500 instruktur dan penasihat militer di Republik Afrika Tengah, bekas koloni Prancis, tempat mereka membantu tentara melawan berbagai kelompok pemberontak. Rusia selalu menyatakan bahwa prajuritnya secara resmi hadir di negara itu, karena mereka berada di sana atas perintah pemerintahnya.

Berbicara tentang peran kekuatan asing di Afrika, Macron mengatakan kepada majalah Jeune Afrique tahun lalu bahwa Rusia dan Turki mempermainkan kebencian pasca-kolonial terhadap Prancis.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!