Mantan Pilot Sebut Pemerintah dan Komandan Militer Israel Penjahat Perang

Senin, 17 Mei 2021 - 15:21 WIB
"Saya menyadari selama Intifada kedua apa yang dilakukan Angkatan Udara dan militer Israel adalah kejahatan perang, meneror populasi jutaan orang Palestina dan ketika saya menyadari itu, saya memutuskan untuk tidak hanya pergi, tetapi untuk mengatur pilot lain yang secara terbuka akan menolak untuk mengambil bagian di dalamnya. kejahatan ini," katanya.

Dia mengatakan, sebagai seorang anak di Israel, dirinya dibesarkan dalam pendidikan militeristik Zionis yang sangat kuat. Baca juga: Pemerintah Diminta Galang Dukungan Adili Israel di Mahkamah Internasional

"Anda hampir tidak tahu apa-apa tentang Palestina, Anda tidak tahu tentang Nakba 1948, Anda tidak tahu tentang penindasan yang sedang berlangsung," ungkapnya.

"Mereka dikirim untuk melempar rudal dan bom di pusat kota Palestina. Pada titik tertentu, saya menyadari bahwa ini adalah tindakan terorisme," katanya, merujuk pada pilot di skuadron lain yang terlibat dalam pembunuhan massal warga sipil.

Mengulangi "kejahatan perang" oleh kebijakan Israel terhadap Palestina, Shapira menyebutkan, bersama dengan teman-temannya yang mengundurkan diri dari militer, dia ingin memberitahu seluruh dunia bahwa pendudukan ini adalah tindak kriminal yang sedang berlangsung dan kejahatan perang, dan dirinya tidak ingin terus mengambil bagian dalam kejahatan perang ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!