China Tak Terima Roketnya yang Jatuh ke Bumi Dikritik AS
Senin, 10 Mei 2021 - 10:33 WIB
Outlet media tersebut mengeklaim tidak ada cara untuk sepenuhnya mengontrol bagaimana puing-puing roket jatuh kembali ke Bumi."Dan tidak ada bukti yang membuktikan bahwa titik pendaratan puing-puing roket AS lebih terkendali dibandingkan dengan China," tulis media tersebut, Senin (10/5/2021).
"Pada bulan Maret, sepotong puing dari roket SpaceX jatuh ke sebuah peternakan di negara bagian Washington, yang merupakan salah satu contoh terdekat dari puing-puing roket yang berpotensi menyebabkan kerusakan," lanjut artikel tersebut.
"Sangat anti-intelektual untuk mengeklaim bahwa puing-puing roket China sangat berisiko," imbuh artikel The Global Times.
Outlet media pemerintah itu selanjutnya mengeklaim bahwa mereka yang mengkritik China atas jatuhnya puing-puing roket Beijing hanyalah iri dengan kemajuan pesat dalam teknologi luar angkasa negara tersebut.
“Mereka tidak tahan dengan kenyataan bahwa dalam beberapa tahun hanya akan ada stasiun luar angkasa China di orbit. Beberapa dari orang-orang ini bahkan mencoba menggunakan suara yang mereka buat untuk menghalangi dan mengganggu peluncuran intensif China di masa depan untuk pembangunan stasiun antariksa," imbuh The Global Times.
"Mereka mengkritik China untuk melampiaskan emosi mereka, dan pada saat yang sama, mencoba menerapkan rencana jahat mereka."
Lebih lanjut, media itu menuduh AS menyembunyikan keegoisan dan tuntutan yang tidak masuk akal sebagai keadilan internasional.
Artikel tersebut mengeklaim bahwa ini membuktikan bahwa China perlu "mengambil tindakan" dan "menyeimbangkan lumpur yang dibuang ke Beijing oleh Washington sebanyak mungkin".
"Pada bulan Maret, sepotong puing dari roket SpaceX jatuh ke sebuah peternakan di negara bagian Washington, yang merupakan salah satu contoh terdekat dari puing-puing roket yang berpotensi menyebabkan kerusakan," lanjut artikel tersebut.
"Sangat anti-intelektual untuk mengeklaim bahwa puing-puing roket China sangat berisiko," imbuh artikel The Global Times.
Outlet media pemerintah itu selanjutnya mengeklaim bahwa mereka yang mengkritik China atas jatuhnya puing-puing roket Beijing hanyalah iri dengan kemajuan pesat dalam teknologi luar angkasa negara tersebut.
“Mereka tidak tahan dengan kenyataan bahwa dalam beberapa tahun hanya akan ada stasiun luar angkasa China di orbit. Beberapa dari orang-orang ini bahkan mencoba menggunakan suara yang mereka buat untuk menghalangi dan mengganggu peluncuran intensif China di masa depan untuk pembangunan stasiun antariksa," imbuh The Global Times.
"Mereka mengkritik China untuk melampiaskan emosi mereka, dan pada saat yang sama, mencoba menerapkan rencana jahat mereka."
Lebih lanjut, media itu menuduh AS menyembunyikan keegoisan dan tuntutan yang tidak masuk akal sebagai keadilan internasional.
Artikel tersebut mengeklaim bahwa ini membuktikan bahwa China perlu "mengambil tindakan" dan "menyeimbangkan lumpur yang dibuang ke Beijing oleh Washington sebanyak mungkin".
Lihat Juga :