Pangkalan Militer AS di Texas Ditembaki, FBI Nyatakan Terorisme

Jum'at, 22 Mei 2020 - 13:36 WIB
Ada kekhawatiran awal bahwa dia memiliki alat peledak, tetapi para pakar Angkatan Laut mensterilkan area dan mobil-mobil dan tidak menemukan benda apa pun yang mencurigakan.

Tak laama setelah penembakan terjadi, agen-agen federal terlihat membawa barang-barang dari dalam rumah yang dikepung oleh unit taktis kepolisian Corpus Christi. Para agen tersebut juga mencari catatan publik yang oleh stasiun televisi lokal, KRIS, diindikasikan sebagai alamat terakhir Alsahli.

Agen Residen Senior Supervisor FBI, Leah Greeves, mengatakan dalam konferensi pers bahwa penyelidik bekerja untuk menyelidiki orang kedua yang terkait penembakan tersebut. Namun, dia tidak merinci lebih lanjut siapa orang kedua yang dimaksud.

Greeves menolak membahas dugaan motif penembakan atau pun menjelaskan apa yang membuat para penyelidik percaya bahwa penembakan itu terkait dengan terorisme.

"Kami bekerja dengan rajin dengan mitra negara bagian, lokal dan federal kami dalam penyelidikan ini, yang lancar dan berkembang," kata Greeves.

Kantor lapangan FBI di Houston telah memimpin penyelidikan, dan baik penyelidik maupun Angkatan Laut tidak memberikan rincian mengenai penembak atau pun motifnya. (Baca juga: Mobil Tabrak Toko Hijab di Australia, 12 Luka, Dianggap Bukan Terorisme )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!