Henry Kissinger: AS-China Harus Hindari Perang AI 'Habis-habisan'

Sabtu, 01 Mei 2021 - 05:38 WIB
Dia mengatakan bahwa opini publik percaya China adalah musuh yang melekat dan AS harus menghadapi Beijing, tetapi menambahkan upaya tersebut akan menghadapi perlawanan maksimum dari Beijing.

“Masalah besar yang harus dilihat bukan hanya untuk mencegah hegemoni China, tetapi untuk memahami bahwa jika kita mencapai tujuan itu - yang harus kita lakukan - kebutuhan untuk hidup berdampingan dengan negara sebesar itu tetap ada,” ucapnya.

Baca juga: China Gerah Kegiatan Militer AS di LCS dan Selat Taiwan Meningkat

Kissinger juga menyerukan hubungan yang lebih kuat antara AS dan Eropa tetapi memperingatkan perbedaan antara keduanya akan mengurangi Eropa menjadi embel-embel Eurasia.

Dia mengatakan kedua belah pihak tidak harus menyetujui setiap kebijakan ekonomi tetapi harus memiliki konsep bersama dalam mengarahkan masa depan kawasan Atlantik secara historis dan strategis.

“Jika Eropa mengambil kebijakan untuk mengambil keuntungan dari ketidaksepakatan Amerika-China, itu akan membuat konfrontasi semakin tajam dan krisis semakin membebani. Saya tidak mendukung perang salib melawan China. Tapi saya mendukung untuk mengembangkan pemahaman strategis bersama sehingga situasi tidak akan meradang lebih lanjut dengan manuver terus menerus untuk keuntungan,” pungkasnya.

Komentar mantan diplomat top AS itu muncul di tengah persaingan sengit antara dua negara adidaya global, yang diperkirakan akan menyebabkan ketegangan lebih lanjut di tengah persaingan teknologi.

Baca juga: Jenderal AS Wanti-wanti Penumpukan Senjata Nuklir China Diluar Prediksi
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!