Obama Desak Dunia Tolak Junta Militer, Myanmar Bisa Menjadi Negara Gagal
Selasa, 27 April 2021 - 19:16 WIB
“Upaya militer yang tidak sah dan brutal untuk memaksakan kehendaknya setelah satu dekade kebebasan yang lebih besar jelas tidak akan pernah diterima oleh rakyat dan tidak boleh diterima oleh dunia yang lebih luas,” lanjut Obama dalam sebuah pernyataan yang dilansir AFP, Selasa (27/4/2021).
Obama, yang memberikan komentarnya tentang urusan internasional, mendukung upaya Amerika Serikat di bawah Presiden Joe Biden dan negara-negara lain untuk "membebankan biaya pada militer" dalam upaya memulihkan demokrasi.
“Tetangga Myanmar harus mengakui bahwa rezim pembunuh yang ditolak oleh rakyat hanya akan membawa ketidakstabilan yang lebih besar, krisis kemanusiaan, dan risiko negara gagal,” katanya.
Dia berbicara setelah KTT ASEAN di Jakarta yang mengundang kepala junta Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing, di mana Indonesia sebagai tuan rumah KTT mendesak diakhirinya kekerasan.
Militer Myanmar pada 1 Februari menggulingkan pemerintah terpilih dan menangkap pemimpin demokrasi Aung San Suu Kyi.
Obama, yang memberikan komentarnya tentang urusan internasional, mendukung upaya Amerika Serikat di bawah Presiden Joe Biden dan negara-negara lain untuk "membebankan biaya pada militer" dalam upaya memulihkan demokrasi.
“Tetangga Myanmar harus mengakui bahwa rezim pembunuh yang ditolak oleh rakyat hanya akan membawa ketidakstabilan yang lebih besar, krisis kemanusiaan, dan risiko negara gagal,” katanya.
Dia berbicara setelah KTT ASEAN di Jakarta yang mengundang kepala junta Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing, di mana Indonesia sebagai tuan rumah KTT mendesak diakhirinya kekerasan.
Militer Myanmar pada 1 Februari menggulingkan pemerintah terpilih dan menangkap pemimpin demokrasi Aung San Suu Kyi.
Lihat Juga :