Indonesia Perlu Andalkan Singapura Cari Kapal Selam Nanggala-402, Ini Alasannya

Jum'at, 23 April 2021 - 13:02 WIB
KRI Nanggala-402 sedang melakukan latihan torpedo tembak-menembak di utara pulau Bali ketika hilang kontak sekitar pukul 03.00 pagi pada Rabu.

Menurut laporan internal TNI AL, yang dilihat oleh Al Jazeera, sinyal marabahaya dikirim oleh pihak berwenang Indonesia ke International Submarine Escape and Rescue Liaison Office (ISMERLO) pada Rabu sore.

ISMERLO mengoordinasikan operasi pencarian dan penyelamatan kapal selam internasional dan Angkatan Laut Singapura serta Angkatan Laut Australia menanggapi sinyal marabahaya.

“Singapura memiliki kapal penyelamat kapal selam yang dibangun khusus bersama dengan Deep-Submergence Rescue Vessel (DSVR) untuk melakukan operasi penyelamatan yang kompleks. Indonesia tidak memiliki kemampuan yang setara," kata Collin Koh.

Baca juga: Pakar Militer Khawatir Kapal Selam Nanggala-402 Indonesia Kebanjiran

Kedua negara menandatangani pakta penyelamatan kapal selam pada tahun 2012, dan Menteri Pertahanan Singapura Ng Eng Hen menulis di media sosial pada hari Kamis bahwa kapal—MV Swift Rescue—telah dikirim secepat dia bisa. Sebuah tim medis juga ada di dalamnya.

“Wajar jika kami melakukan apa pun yang kami bisa untuk membantu di saat-saat seperti ini,” tulis dia di Facebook.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!