Rusia Dituduh Siapkan Serangan Besar-besaran untuk Rebut Pasokan Air Ukraina
Selasa, 20 April 2021 - 10:16 WIB
Untuk sebagian besar wilayah, penduduk setempat hanya bisa mendapatkan air selama enam jam sehari—tiga jam di pagi hari dan tiga jam di malam hari.
Krisis terjadi pada tahun 2014 ketika otoritas Ukraina memblokir Terusan Crimea Utara yang telah memasok lebih dari 85 persen air di kawasan itu.
Pemerintah Rusia belum berkomentar terkait tuduhan merencanakan serangan besar-besaran dan krisis air di Crimea.
Sementara itu, diplomat utama Uni Eropa mengatakan pada hari Senin bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengerahkan lebih dari 150.000 tentara di wilayah perbatasan Rusia dengan Ukraina.
Klaim itu muncul setelah gambar satelit menunjukkan ribuan tentara Rusia dan kendaraan lapis baja bersiap untuk menyerang dari pangkalan di Crimea.
Perwakilan tinggi urusan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell memperingatkan "percikan api" dapat memicu perselisihan menjadi perang skala penuh.
Krisis terjadi pada tahun 2014 ketika otoritas Ukraina memblokir Terusan Crimea Utara yang telah memasok lebih dari 85 persen air di kawasan itu.
Pemerintah Rusia belum berkomentar terkait tuduhan merencanakan serangan besar-besaran dan krisis air di Crimea.
Sementara itu, diplomat utama Uni Eropa mengatakan pada hari Senin bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengerahkan lebih dari 150.000 tentara di wilayah perbatasan Rusia dengan Ukraina.
Klaim itu muncul setelah gambar satelit menunjukkan ribuan tentara Rusia dan kendaraan lapis baja bersiap untuk menyerang dari pangkalan di Crimea.
Perwakilan tinggi urusan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell memperingatkan "percikan api" dapat memicu perselisihan menjadi perang skala penuh.
Lihat Juga :