Kapal Induk AS dan China Dikerahkan di Laut China Selatan, Kuat Mana?
Selasa, 13 April 2021 - 07:48 WIB
"Kekuatan serangan ekspedisi ini sepenuhnya menunjukkan bahwa kami mempertahankan kekuatan tempur yang dapat dipercaya, yang mampu menanggapi segala kemungkinan, mencegah agresi, dan memberikan keamanan dan stabilitas regional dalam mendukung Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka," kata Kapten Angkatan Laut AS Stewart Bateshansky, komandan Skuadron Amfibi 3, dalam sebuah pernyataan yang dilansir CNN, Selasa (13/4/2021).
Sedangkan kekuatan kelompok tempur kapal induk Liaoning belum jelas. Namun, media Beijing sebelumnya mengeklaim kapal perang canggih Type 005 ikut serta dalam rombongan tersebut. Jumlah pasukan yang dibawa, termasuk jet tempur, juga belum terungkap. Hal itulah yang membuat sulit untuk memprediksi kelompok tempur mana yang lebih kuat antara kedua negara itu.
Global Times mengutip pakar militer China, Wei Dongxu, menyatakan bahwa latihan Angkatan Laut AS adalah sebuah provokasi.
"Latihan oleh kapal induk China dapat membangun posisi pertahanan maritim yang lebih luas, menjaga wilayah pesisir China, dan menjaga aktivitas militer AS," bunyi laporan tabloid tersebut mengutip Wei.
Tetapi seorang analis AS menggambarkan kehadiran Liaoning di Laut China Selatan sebagai hal biasa untuk musim semi ketika kondisi cuaca kondusif untuk pelatihan. "Liaoning turun ke sana sepanjang tahun ini (untuk mempraktikkan) pelatihan pertahanan udara dan tembakan langsung," kata Carl Schuster, mantan direktur operasi di Pusat Intelijen Gabungan Komando Pasifik AS.
Pada hari Senin, lebih dari 1.700 tentara AS dan Filipina memulai latihan militer selama dua minggu. Demikian laporan Reuters yang mengutip kepala militer Filipina Letnan Jenderal Cirilito Sobejana.
Menurutnya, latihan itu akan difokuskan pada pengujian kesiapan pasukan AS dan Filipina untuk menanggapi peristiwa seperti serangan ekstremis dan bencana alam.
Latihan digelar setelah Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin pada Minggu mengusulkan kepada mitranya di Manila, Delfin Lorenzana, cara untuk memperdalam hubungan antara militer AS dan Filipina.
Sedangkan kekuatan kelompok tempur kapal induk Liaoning belum jelas. Namun, media Beijing sebelumnya mengeklaim kapal perang canggih Type 005 ikut serta dalam rombongan tersebut. Jumlah pasukan yang dibawa, termasuk jet tempur, juga belum terungkap. Hal itulah yang membuat sulit untuk memprediksi kelompok tempur mana yang lebih kuat antara kedua negara itu.
Global Times mengutip pakar militer China, Wei Dongxu, menyatakan bahwa latihan Angkatan Laut AS adalah sebuah provokasi.
"Latihan oleh kapal induk China dapat membangun posisi pertahanan maritim yang lebih luas, menjaga wilayah pesisir China, dan menjaga aktivitas militer AS," bunyi laporan tabloid tersebut mengutip Wei.
Tetapi seorang analis AS menggambarkan kehadiran Liaoning di Laut China Selatan sebagai hal biasa untuk musim semi ketika kondisi cuaca kondusif untuk pelatihan. "Liaoning turun ke sana sepanjang tahun ini (untuk mempraktikkan) pelatihan pertahanan udara dan tembakan langsung," kata Carl Schuster, mantan direktur operasi di Pusat Intelijen Gabungan Komando Pasifik AS.
Pada hari Senin, lebih dari 1.700 tentara AS dan Filipina memulai latihan militer selama dua minggu. Demikian laporan Reuters yang mengutip kepala militer Filipina Letnan Jenderal Cirilito Sobejana.
Menurutnya, latihan itu akan difokuskan pada pengujian kesiapan pasukan AS dan Filipina untuk menanggapi peristiwa seperti serangan ekstremis dan bencana alam.
Latihan digelar setelah Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin pada Minggu mengusulkan kepada mitranya di Manila, Delfin Lorenzana, cara untuk memperdalam hubungan antara militer AS dan Filipina.
Lihat Juga :