Bentrok dengan Pemberontak Naxals, 22 Tentara India Tewas

Selasa, 06 April 2021 - 16:47 WIB
Pada April 2017, 25 petugas polisi tewas dan enam lainnya terluka ketika ratusan tersangka pemberontak Maois menyerang konvoi di India tengah.

Kelompok pemberontak Maois yang dicurigai juga menyerang selama pemilu India pada 2019, diduga menembak mati pengawas pemungutan suara di negara bagian timur Odisha. Dalam insiden lain di distrik yang sama tahun itu, tersangka pemberontak Maois mendekati sebuah kendaraan menuju pusat pemungutan suara dan memaksa petugas turun sebelum membakarnya.

Baca juga: Buku Sekolah di India Mengklaim Terorisme Bagian dari 'Untaian Islam'

Menurut laporan Kementerian Dalam Negeri India tahun 2019, 90 distrik di 11 negara bagian dipengaruhi oleh beberapa bentuk militansi Naxal atau Maois.

Pemerintah menanggapi pemberontakan Maois dengan tindakan keamanan yang keras di daerah-daerah di mana kelompok-kelompok itu aktif, sebuah pendekatan yang meski tampaknya mengurangi tingkat ancaman telah dikritik oleh beberapa pengamat sebagai aksi yang kejam dan rawan pelecehan.

Penduduk desa yang tinggal di wilayah Maois sebagian besar terputus dari ekonomi negara yang berkembang pesat, dan banyak yang hidup dalam ketakutan pemberontak akan mengambil anak-anak mereka sebagai rekrutan, atau penggerebekan pemerintah yang kejam.

Pada 2017, penduduk desa di Chhattisgarh mengatakan kepada CNN bahwa mereka dipaksa membayar pajak kepada kelompok pemberontak Maois, atau menghadapi pelecehan atau bahkan penyiksaan. Tetapi jika mereka membayar, mereka berisiko dicap sebagai simpatisan Maois oleh pasukan pemerintah.

Baca juga: Partai Islam Terbesar Bangladesh Protes Petisi Penghapusan 26 Ayat Al-Qur'an di India
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!