Tolak Telepon Menlu AS, Abbas Ingin Bicara Langsung dengan Biden

Kamis, 01 April 2021 - 23:07 WIB
"AS berencana untuk mengirim USD40 juta yang dialokasikan untuk pasukan keamanan Otoritas Palestina, yang bekerja sama dengan rekan-rekan Israel mereka untuk memerangi teror di Tepi Barat," bunyi laporan Kan.

Rencana ini mengikuti bantuan ekonomi sebesar USD75 juta yang pemerintah Biden katakan kepada Kongres pekan lalu. Bantuan itu akan diberikan kepada Palestina sebagian untuk mendapatkan kembali "kepercayaan dan niat baik" mereka setelah ratusan juta pemotongan era Trump.

Sehari sebelum pemberitahuan Kongres itu, pemerintahan Biden mengumumkan bahwa mereka akan mengirim USD15 juta bantuan terkait virus Corona baru kepada komunitas Palestina yang berjuang di Tepi Barat dan Gaza.

Baca juga: Pertama sejak Biden Jadi Presiden, AS Bantu Palestina Rp216 Miliar

Pendanaan baru mewakili perubahan besar dalam pendekatan AS terhadap Palestina setelah saling tuduh selama tahun-tahun pemerintahan Trump.

Pemerintah Biden tidak merahasiakan keyakinannya bahwa pendekatan Trump, yang mengasingkan rakyat Palestina, cacat dan membuat prospek perdamaian menjadi kecil kemungkinannya.

Taylor Force Act yang disahkan oleh Kongres AS pada 2018 melarang Washington mengirimkan bantuan yang secara langsung akan menguntungkan Otoritas Palestina selama Ramallah terus mengirimkan tunjangan reguler kepada mereka yang dihukum karena tindakan terorisme. Namun, bantuan kemanusiaan yang diumumkan minggu lalu tidak akan melanggar undang-undang, di mana pemerintahan Biden telah berjanji untuk ditegakkan.

Paket USD15 juta juga mencerminkan USD5 juta dalam bantuan terkait COVID-19 yang dikirim ke Tepi Barat dan Gaza pada bulan-bulan terakhir pemerintahan Trump.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!