Belum Diajukan, Iran Tolak Mentah-mentah Proposal Perjanjian AS
Selasa, 30 Maret 2021 - 20:37 WIB
Iran tolak mentah-mentah proposal perjanjian nuklir baru yang akan diajukan oleh AS. Foto/Ilustrasi/Sindonews
TEHERAN - Iran telah mengisyaratkan bahwa mereka tidak akan membatasi program nuklirnya sampai Washington mencabut sanksi sepihaknya. Ini adalah teguran yang jelas terhadap proposal perjanjian nuklir baru yang sedang disiapkan oleh pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden .
Menurut outlet media Politico, mengutip pejabat yang mengetahui proposal itu, Presiden Joe Biden memberikan sentuhan terakhir pada tawaran ke Teheran yang akan memberikan bantuan dari sanksi AS. Sebagai gantinya, Iran akan diminta untuk menghentikan beberapa pengembangan nuklirnya, termasuk pekerjaan sentrifugal canggih dan pengayaan uranium hingga kemurnian 20%.
Namun proposal tawaran yang dilaporkan itu telah mendapat sambutan yang dingin di Teheran. Seorang pejabat senior pemerintah mengatakan kepada Press TV bahwa Iran akan menghentikan 20% pengayaan nuklirnya hanya jika AS pertama-tama mengakhiri semua sanksi yang dikenakan pada Republik Islam itu. Pejabat itu memperingatkan bahwa Teheran akan mengurangi komitmennya di bawah perjanjian nuklir 2015 jika Washington menolak untuk mencabut pembatasan ekonomi. Ia juga memperingatkan bahwa waktu hampir habis bagi AS untuk membalikkan arah.
Baca juga: China Pilih Jaga Kesepakatan Nuklir Iran, Bela Hubungan Bilateral
Misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan tanggapan serupa untuk kesepakatan baru Biden yang dilaporkan itu.
“Tidak ada proposal yang dibutuhkan AS untuk bergabung kembali dengan JCPOA. Ini hanya membutuhkan keputusan politik oleh AS untuk sepenuhnya dan segera melaksanakan semua kewajibannya,” tulis misi diplomatik Iran dalam sebuah tweet seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (30/3/2021).
Menurut outlet media Politico, mengutip pejabat yang mengetahui proposal itu, Presiden Joe Biden memberikan sentuhan terakhir pada tawaran ke Teheran yang akan memberikan bantuan dari sanksi AS. Sebagai gantinya, Iran akan diminta untuk menghentikan beberapa pengembangan nuklirnya, termasuk pekerjaan sentrifugal canggih dan pengayaan uranium hingga kemurnian 20%.
Namun proposal tawaran yang dilaporkan itu telah mendapat sambutan yang dingin di Teheran. Seorang pejabat senior pemerintah mengatakan kepada Press TV bahwa Iran akan menghentikan 20% pengayaan nuklirnya hanya jika AS pertama-tama mengakhiri semua sanksi yang dikenakan pada Republik Islam itu. Pejabat itu memperingatkan bahwa Teheran akan mengurangi komitmennya di bawah perjanjian nuklir 2015 jika Washington menolak untuk mencabut pembatasan ekonomi. Ia juga memperingatkan bahwa waktu hampir habis bagi AS untuk membalikkan arah.
Baca juga: China Pilih Jaga Kesepakatan Nuklir Iran, Bela Hubungan Bilateral
Misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan tanggapan serupa untuk kesepakatan baru Biden yang dilaporkan itu.
“Tidak ada proposal yang dibutuhkan AS untuk bergabung kembali dengan JCPOA. Ini hanya membutuhkan keputusan politik oleh AS untuk sepenuhnya dan segera melaksanakan semua kewajibannya,” tulis misi diplomatik Iran dalam sebuah tweet seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (30/3/2021).
Lihat Juga :