'Perangi' Nasionalisme Vaksin, Pemimpin Dunia Serukan Perjanjian Pandemi
Selasa, 30 Maret 2021 - 18:23 WIB
Peringatan keras datang ketika negara dan blok perdagangan terus bentrok mengenai pasokan vaksin. Beberapa dari mereka yang menandatangani surat tersebut telah terlibat dalam mengecam pengiriman vaksin baru-baru ini.
Uni Eropa (UE) dan Inggris terlibat perang kata-kata yang berkepanjangan atas kontrak produsen obat AstraZeneca untuk memasok vaksinnya, sementara beberapa negara anggota UE telah berulang kali mengungkapkan rasa frustrasi mereka dengan peluncuran vaksin yang gagap dari blok tersebut.
Baca juga: Prancis Tuding Inggris Lakukan 'Pemerasan' Atas Pasokan Vaksin
Tetapi kelompok yang menandatangani artikel Selasa itu mengeluarkan nada yang sangat berbeda, menekankan bahwa persatuan dan koordinasi adalah kunci untuk pandemi di masa depan.
Di antara penulisnya adalah kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang sebelumnya telah memperingatkan terhadap nasionalisme vaksin dan pendekatan "saya yang pertama" untuk inokulasi.
Para pemimpin dunia menulis bahwa mereka berkomitmen untuk memastikan akses universal dan adil ke vaksin, obat-obatan dan diagnostik yang aman, berkhasiat dan terjangkau untuk pandemi ini dan masa depan.
Uni Eropa (UE) dan Inggris terlibat perang kata-kata yang berkepanjangan atas kontrak produsen obat AstraZeneca untuk memasok vaksinnya, sementara beberapa negara anggota UE telah berulang kali mengungkapkan rasa frustrasi mereka dengan peluncuran vaksin yang gagap dari blok tersebut.
Baca juga: Prancis Tuding Inggris Lakukan 'Pemerasan' Atas Pasokan Vaksin
Tetapi kelompok yang menandatangani artikel Selasa itu mengeluarkan nada yang sangat berbeda, menekankan bahwa persatuan dan koordinasi adalah kunci untuk pandemi di masa depan.
Di antara penulisnya adalah kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang sebelumnya telah memperingatkan terhadap nasionalisme vaksin dan pendekatan "saya yang pertama" untuk inokulasi.
Para pemimpin dunia menulis bahwa mereka berkomitmen untuk memastikan akses universal dan adil ke vaksin, obat-obatan dan diagnostik yang aman, berkhasiat dan terjangkau untuk pandemi ini dan masa depan.
Lihat Juga :