AS Sibuk Kumpulkan Sekutu, China Gelar Latihan Tempur
Selasa, 16 Maret 2021 - 20:33 WIB
"Komando Teater Selatan PLA juga mengadakan latihan lain di Teluk Beibu, barat Semenanjung Leizhou di Laut China Selatan, ketika para pelaut pada hari Minggu memberikan penghormatan dengan tindakan mereka kepada para pahlawan yang muncul sebagai pemenang dalam Pertempuran Terumbu Karang Chigua pada tanggal 14 Maret 1988 melawan Vietnam," kata komando itu dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu, memperingati 33 tahun peristiwa tersebut.
Latihan angkatan laut PLA yang intensif dilakukan ketika Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan pada hari Sabtu bahwa dia sedang dalam kunjungan ke Asia untuk meningkatkan kerja sama militer dengan sekutu AS dan mendorong "pencegahan yang kredibel" terhadap China, seperti dilaporkan oleh AFP.
Laporan itu menyatakan perjalanan Austin akan mencakup pertemuan dengan sekutu utama di Tokyo, New Delhi dan Seoul.
Baca juga: Pelesir ke Asia, Bos Pentagon Ajak Sekutu AS Lawan China
China menilai keadaan keamanan yang sekarang dihadapinya tidak stabil dan tidak pasti, sebagian besar karena ancaman politik dan militer dari AS, sehingga PLA harus siap untuk menjaga kedaulatan China, kepentingan keamanan dan pembangunan, kata seorang pakar militer yang berbasis di Beijing Global Times pada hari Senin, meminta tidak disebutkan namanya.
Latihan angkatan laut PLA yang intensif dilakukan ketika Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan pada hari Sabtu bahwa dia sedang dalam kunjungan ke Asia untuk meningkatkan kerja sama militer dengan sekutu AS dan mendorong "pencegahan yang kredibel" terhadap China, seperti dilaporkan oleh AFP.
Laporan itu menyatakan perjalanan Austin akan mencakup pertemuan dengan sekutu utama di Tokyo, New Delhi dan Seoul.
Baca juga: Pelesir ke Asia, Bos Pentagon Ajak Sekutu AS Lawan China
China menilai keadaan keamanan yang sekarang dihadapinya tidak stabil dan tidak pasti, sebagian besar karena ancaman politik dan militer dari AS, sehingga PLA harus siap untuk menjaga kedaulatan China, kepentingan keamanan dan pembangunan, kata seorang pakar militer yang berbasis di Beijing Global Times pada hari Senin, meminta tidak disebutkan namanya.
Lihat Juga :