Anggap Lakukan Intervensi, Rusia Bersumpah Balas Sanksi AS dan UE
Rabu, 03 Maret 2021 - 19:22 WIB
"Kasus pasien Berlin (Navalny) dikutip sebagai alasan untuk memperkenalkan pembatasan. Rekan AS mengatakan bahwa dia sangat mungkin diracuni, dan FSB berada di balik peracunan. Ini memalukan. Jika rekan Amerika kita memiliki beberapa argumen, beberapa argumen khusus, maka, mungkin, kolega Amerika kita harus berbagi argumen dengan kita untuk kepentingan menetapkan keadaan," ujarnya.
"Jika mereka dan kolega UE kita dengan sengaja menyembunyikan argumen dan bukti, ini berarti mereka sengaja menyembunyikan latar belakang sebenarnya dari hal ini," sambungnya.
"Cerita Berlin, atau mereka dengan sengaja menghalangi rekonstruksi kebenaran. Keduanya akan keterlaluan dan tidak dapat diterima," lanjut Peskov.
Baca juga: Media Barat Tuduh Putin Picu Upaya Kudeta Armenia karena Rudal Rusia Dihina
Sebelumnya, UE memasukkan daftar hitam beberapa entitas dan pejabat Rusia atas pemenjaraan dan dugaan peracunan vlogger oposisi Rusia Alexei Navalny pada Agustus 2020. Departemen Keuangan AS juga menjatuhkan sanksi terhadap 14 entitas, 13 di antaranya adalah perusahaan swasta, dan lembaga penelitian Rusia.
"Jika mereka dan kolega UE kita dengan sengaja menyembunyikan argumen dan bukti, ini berarti mereka sengaja menyembunyikan latar belakang sebenarnya dari hal ini," sambungnya.
"Cerita Berlin, atau mereka dengan sengaja menghalangi rekonstruksi kebenaran. Keduanya akan keterlaluan dan tidak dapat diterima," lanjut Peskov.
Baca juga: Media Barat Tuduh Putin Picu Upaya Kudeta Armenia karena Rudal Rusia Dihina
Sebelumnya, UE memasukkan daftar hitam beberapa entitas dan pejabat Rusia atas pemenjaraan dan dugaan peracunan vlogger oposisi Rusia Alexei Navalny pada Agustus 2020. Departemen Keuangan AS juga menjatuhkan sanksi terhadap 14 entitas, 13 di antaranya adalah perusahaan swasta, dan lembaga penelitian Rusia.
(ian)
Lihat Juga :