Junta Semakin Brutal, PBB Sebut 18 Demonstran Tewas Akibat Kekerasan Polisi
Senin, 01 Maret 2021 - 04:07 WIB
"Polisi dan pasukan militer telah menghadapi demonstrasi damai, menggunakan kekuatan yang mematikan dan tidak terlalu mematikan. Menurut informasi yang dapat dipercaya yang diterima oleh Kantor HAM PBB, telah menyebabkan sedikitnya 18 orang tewas dan lebih dari 30 luka-luka," kata Kantor HAM PBB, seperti dilansir Reuters pada Senin (1/3/2021).
Myanmar berada dalam kekacauan sejak tentara merebut kekuasaan dan menahan pemimpin pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi dan sebagian besar jajaran partainya. Militer menuduh kubu Suu Kyi melakukan kecurangan dalam pemilu November lalu.
Kudeta, yang menghentikan langkah tentatif menuju demokrasi setelah hampir 50 tahun pemerintahan militer, telah menarik ratusan ribu orang turun ke jalan dan menuai kecaman dari negara-negara Barat. Baca juga: Sekjen PBB Desak Militer Myanmar Hentikan Tindakan Keras pada Demonstran
Myanmar berada dalam kekacauan sejak tentara merebut kekuasaan dan menahan pemimpin pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi dan sebagian besar jajaran partainya. Militer menuduh kubu Suu Kyi melakukan kecurangan dalam pemilu November lalu.
Kudeta, yang menghentikan langkah tentatif menuju demokrasi setelah hampir 50 tahun pemerintahan militer, telah menarik ratusan ribu orang turun ke jalan dan menuai kecaman dari negara-negara Barat. Baca juga: Sekjen PBB Desak Militer Myanmar Hentikan Tindakan Keras pada Demonstran
(esn)
Lihat Juga :