Hizbullah dan Milisi Suriah Jalankan Pabrik Narkoba di Tengah Perang
Jum'at, 19 Februari 2021 - 01:17 WIB
Pil narkoba dan ganja diduga dijual di daerah yang dikendalikan rezim publik karena kargo yang mengandung obat-obatan diizinkan masuk melalui penyeberangan tidak resmi.
Baca juga: Digertak Israel dengan Latihan Perang, Ini Reaksi Bos Hizbullah
Ini termasuk penyeberangan di daerah Sarghaya di perbatasan antara Lebanon dan Assal al-Ward, salah satu daerah paling menonjol di mana kargo membawa lintas ganja ke Suriah dan beberapa penyeberangan tidak resmi dengan kota Al-Qusayr di pedesaan Homs Suriah yang diawasi oleh anggota dan petugas dari pasukan yang didukung rezim.
Seorang warga sipil yang berbasis di Damaskus dan seorang pegawai di lingkungan pemerintahan rezim berinisial M.A. mengatakan kepada SOHR bahwa daerah al-Baramekah di ibu kota Damaskus, menjadi sarang bagi para pengedar ganja dan pil narkoba. Para pedagang ini bahkan berdiri di sudut jalan dengan tangan di saku, menunggu anak laki-laki, perempuan dan bahkan anak-anak serta menjual narkoba kepada mereka di depan umum.
"Saya menyaksikan salah satu kesepakatan seperti itu ketika seorang pemuda membeli ganja dari seorang pengedar narkoba, ketika saya sedang menunggu bus," laporan itu menambahkan seperti dikutip dari Al Arabiya, Jumat (19/2/2021).
Baca juga: Digertak Israel dengan Latihan Perang, Ini Reaksi Bos Hizbullah
Ini termasuk penyeberangan di daerah Sarghaya di perbatasan antara Lebanon dan Assal al-Ward, salah satu daerah paling menonjol di mana kargo membawa lintas ganja ke Suriah dan beberapa penyeberangan tidak resmi dengan kota Al-Qusayr di pedesaan Homs Suriah yang diawasi oleh anggota dan petugas dari pasukan yang didukung rezim.
Seorang warga sipil yang berbasis di Damaskus dan seorang pegawai di lingkungan pemerintahan rezim berinisial M.A. mengatakan kepada SOHR bahwa daerah al-Baramekah di ibu kota Damaskus, menjadi sarang bagi para pengedar ganja dan pil narkoba. Para pedagang ini bahkan berdiri di sudut jalan dengan tangan di saku, menunggu anak laki-laki, perempuan dan bahkan anak-anak serta menjual narkoba kepada mereka di depan umum.
"Saya menyaksikan salah satu kesepakatan seperti itu ketika seorang pemuda membeli ganja dari seorang pengedar narkoba, ketika saya sedang menunggu bus," laporan itu menambahkan seperti dikutip dari Al Arabiya, Jumat (19/2/2021).