UE Tunda Program Vaksinasi hingga 3 Bulan

Rabu, 10 Februari 2021 - 21:41 WIB
“Pertempuran melawan virus adalah maraton, bukan lari cepat,” ucap Von der Leyen dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Anadolu Agency pada Rabu (10/2/2021).

UE, yang memiliki populasi 450 juta, menandatangani perjanjian pembelian di muka dengan enam perusahaan, yakni Pfizer-BioNTech, Moderna, AstraZeneca, CureVac, Johnson & Johnson dan Sanofi/GlaxoSmithKline, untuk sekitar 2,3 miliar dosis vaksin.

Pada bulan Januari, AstraZeneca dan Pfizer-BioNTech dikritik karena mengumumkan penundaan pengiriman vaksin. Para pejabat tinggi UE berargumen bahwa mereka secara finansial berkontribusi pada penelitian vaksin, sehingga seharusnya mendapatkan akses prioritas.

Akibatnya, Komisi Eropa memperkenalkan mekanisme transparansi dan otorisasi untuk vaksin Covid-19 yang diproduksi di negara-negara UE.Baca juga: Badan Kesehatan Uni Eropa Akhirnya Setujui Penggunaan Vaksin Moderna

Di bawah aturan baru, sebelum memberikan otorisasi ekspor untuk vaksin Covid-19, negara anggota harus memberi tahu Komisi Eropa apakah perusahaan menyelesaikan pengiriman tepat waktu atau tidak.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!