Ilmuwan Ungkap AS Tak Memiliki Rencana Soal Vaksinasi Covid-19
Minggu, 17 Mei 2020 - 10:00 WIB
Ilustrasi
WASHINGTON - Rick Bright, seorang ilmuwan yang dipecat dari Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS) Amerika Serikat (AS) mengatakan, Washington tidak memiliki rencana mengenai vaksinasi Covid-19. Ini berbanding terbalik dengan apa yang disampaikan Presiden AS, Donald Trump.
Bright, seperti dilansir Anadolu Agency mengatakan, jika setiap orang Amerika tidak memiliki akses ke vaksin, kapan, dan jika dikembangkan, situasinya akan menjadi bencana besar.
(Baca: Trump Pertimbangkan Pulihkan Beberapa Dana untuk WHO )
"Keputusan belum dibuat mengenai siapa yang akan divaksinasi terlebih dahulu, bagaimana mengidentifikasi orang-orang itu dan bagaimana meregangkan persediaan terbatas itu secara tepat," katanya.
Dia mempertanyakan apa yang dia katakan adalah garis waktu administrasi Trump yang bisa dikatakan sangat optimis untuk pengembangan vaksin.
"Ada banyak optimisme. Ada banyak harapan. Tapi, itu tidak membuat vaksin. Ada banyak pekerjaan yang perlu dilakukan. Adalah sangat tidak mungkin bagi AS akan dapat untuk melakukan vaksinasi dalam beberapa bulan ke depan," ujarnya.
Bright, seperti dilansir Anadolu Agency mengatakan, jika setiap orang Amerika tidak memiliki akses ke vaksin, kapan, dan jika dikembangkan, situasinya akan menjadi bencana besar.
(Baca: Trump Pertimbangkan Pulihkan Beberapa Dana untuk WHO )
"Keputusan belum dibuat mengenai siapa yang akan divaksinasi terlebih dahulu, bagaimana mengidentifikasi orang-orang itu dan bagaimana meregangkan persediaan terbatas itu secara tepat," katanya.
Dia mempertanyakan apa yang dia katakan adalah garis waktu administrasi Trump yang bisa dikatakan sangat optimis untuk pengembangan vaksin.
"Ada banyak optimisme. Ada banyak harapan. Tapi, itu tidak membuat vaksin. Ada banyak pekerjaan yang perlu dilakukan. Adalah sangat tidak mungkin bagi AS akan dapat untuk melakukan vaksinasi dalam beberapa bulan ke depan," ujarnya.
Lihat Juga :