Peneliti Italia: Covid-19 Mungkin Sudah Hilang Sebelum Vaksin Ditemukan
Minggu, 17 Mei 2020 - 08:00 WIB
Ilustrasi
MILAN - Covid-19 dapat kehilangan potensinya dan menghilang sebelum vaksin dikembangkan. Hal itu disampaikan Giuseppe Remuzzi, Direktur Institut Penelitian Negosiasi Farmakologis Mario Negri di Milan, Italia.
"Virus mendekati akhir dan mungkin menghilang sebelum penemuan vaksin yang dimaksudkan untuk menghentikan penyebarannya, karena potensinya telah mulai melemah dari hari ke hari," kata Remuzzi, seperti dilansir Al Arabiya.
(Baca: Pahlawan Medis dapat Kemudahan Miliki Mobil Mitsubishi XPander Series )
Namun, sebagian besar komunitas medis telah memperingatkan bahwa virus itu sekarang endemik di dalam populasi, yang berarti tidak akan hilang dengan sendirinya dan mulai memperingatkan "gelombang kedua" ketika dunia mulai melonggarkan penguncian.
Yang lain berpendapat bahwa kehidupan mungkin tidak sepenuhnya kembali normal sampai vaksin dikembangkan. Tapi, Remuzzi tampaknya tidak setuju dengan pandangan ini.
"Penyakit ini kurang parah pada orang yang baru terinfeksi dibandingkan dengan orang yang terinfeksi sebulan yang lalu. Jumlah orang yang membutuhkan perawatan intensif di Italia terus berkurang," ucapnya.
"Virus mendekati akhir dan mungkin menghilang sebelum penemuan vaksin yang dimaksudkan untuk menghentikan penyebarannya, karena potensinya telah mulai melemah dari hari ke hari," kata Remuzzi, seperti dilansir Al Arabiya.
(Baca: Pahlawan Medis dapat Kemudahan Miliki Mobil Mitsubishi XPander Series )
Namun, sebagian besar komunitas medis telah memperingatkan bahwa virus itu sekarang endemik di dalam populasi, yang berarti tidak akan hilang dengan sendirinya dan mulai memperingatkan "gelombang kedua" ketika dunia mulai melonggarkan penguncian.
Yang lain berpendapat bahwa kehidupan mungkin tidak sepenuhnya kembali normal sampai vaksin dikembangkan. Tapi, Remuzzi tampaknya tidak setuju dengan pandangan ini.
"Penyakit ini kurang parah pada orang yang baru terinfeksi dibandingkan dengan orang yang terinfeksi sebulan yang lalu. Jumlah orang yang membutuhkan perawatan intensif di Italia terus berkurang," ucapnya.
Lihat Juga :