Kelompok G7 Kecam Aksi Kudeta di Myanmar
Rabu, 03 Februari 2021 - 16:29 WIB
Menteri Luar Negeri Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan AS mengeluarkan pernyataan yang mengutuk kudeta di Myanmar. Foto/REUTERS
LONDON - Menteri Luar Negeri Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris , dan Amerika Serikat (AS) yang tergabung dalam kelompok G7 serta Perwakilan Tinggi Uni Eropa (UE) mengeluarkan pernyataan yang mengutuk kudeta di Myanmar. Militer mengambil alih kekuasaan di Myanmar pada awal pekan ini.
“Kami, para Menteri Luar Negeri G7 dari Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat serta Perwakilan Tinggi Uni Eropa, bersatu mengutuk kudeta di Myanmar," kata G7 dalam sebuah pernyataan bersama, seperti dikutip Sindonews dari siaran pers Kedutaan Besar Inggris di Jakarta pada Rabu (3/2/2021).
“Kami sangat prihatin dengan penahanan para pemimpin politik dan aktivis masyarakat sipil, termasuk Penasihat Negara Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint, serta penargetan media," sambungngnya.Baca juga: Ribuan Orang Protes Kudeta Myanmar di Tokyo, Tuntut Jepang Tegas
“Kami, para Menteri Luar Negeri G7 dari Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat serta Perwakilan Tinggi Uni Eropa, bersatu mengutuk kudeta di Myanmar," kata G7 dalam sebuah pernyataan bersama, seperti dikutip Sindonews dari siaran pers Kedutaan Besar Inggris di Jakarta pada Rabu (3/2/2021).
“Kami sangat prihatin dengan penahanan para pemimpin politik dan aktivis masyarakat sipil, termasuk Penasihat Negara Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint, serta penargetan media," sambungngnya.Baca juga: Ribuan Orang Protes Kudeta Myanmar di Tokyo, Tuntut Jepang Tegas
Lihat Juga :