10 Pendaki Nepal Taklukkan Puncak Tertinggi Paling Berbahaya di Dunia
Rabu, 27 Januari 2021 - 05:37 WIB
Namun, pendakian puncak Everest tetap mengandung risiko. Sejumlah warga Nepal tercatat meninggal dalam kecelakaan di pendakian. Pada 2014, badai salju menewaskan 16 warga Nepal di puncak Everest.
Namun, prestasi pendakian tetap menjadi kebanggaan bagi sebagian besar Sherpa. Seperti pada 1953, Tenzing Norgay Sherpa mendapatkan pengakuan internasional ketika menyelesaikan pendakian pertama dengan pendaki asal Selandia Baru, Edmund Hillary. Beberapa dekade kemudian, hanya empat warga Nepal yang berhasil mendaki 14 puncak di atas 8.000 meter, dibandingkan 70 pendaki asal Eropa.
(Baca juga: OMG, Ketinggian Gunung Everest Tercatat Naik 86 Cm )
Dalam beberapa tahun terakhir, pendaki seperti Purja telah mencatat rekor dan berharap mereka bisa dikalahkan generasi muda pendaki Nepal. Pendaki legendaries asal Italia, Reinhold Messner melihat adanya transformasi pendaki di Nepal.
“Ketika saya mendengar kabar K2, saya berpikir, akhirnya!” kata Messner. Dia merupakan pendaki Everest pada 1978 tanpa menggunakan bantuan tabung oksigen.
Saat ini, para Sherpa selalu berada di garda depan para pendaki, mengatur rute, dan memandu para pendaki. Hal ini, ujar Messner, merupakan evolusi dan ini menjadi masa depan ekonomi Nepal.
Sementara itu, Jurnalis Alpine, Ed Douglas, menyerukan perlindungan yang lebih baik dari para pekerja pendamping pendakian. Dia mengungkapkan, para Sherpa harus memiliki upaya untuk mengontrol industri mereka.
Namun, prestasi pendakian tetap menjadi kebanggaan bagi sebagian besar Sherpa. Seperti pada 1953, Tenzing Norgay Sherpa mendapatkan pengakuan internasional ketika menyelesaikan pendakian pertama dengan pendaki asal Selandia Baru, Edmund Hillary. Beberapa dekade kemudian, hanya empat warga Nepal yang berhasil mendaki 14 puncak di atas 8.000 meter, dibandingkan 70 pendaki asal Eropa.
(Baca juga: OMG, Ketinggian Gunung Everest Tercatat Naik 86 Cm )
Dalam beberapa tahun terakhir, pendaki seperti Purja telah mencatat rekor dan berharap mereka bisa dikalahkan generasi muda pendaki Nepal. Pendaki legendaries asal Italia, Reinhold Messner melihat adanya transformasi pendaki di Nepal.
“Ketika saya mendengar kabar K2, saya berpikir, akhirnya!” kata Messner. Dia merupakan pendaki Everest pada 1978 tanpa menggunakan bantuan tabung oksigen.
Saat ini, para Sherpa selalu berada di garda depan para pendaki, mengatur rute, dan memandu para pendaki. Hal ini, ujar Messner, merupakan evolusi dan ini menjadi masa depan ekonomi Nepal.
Sementara itu, Jurnalis Alpine, Ed Douglas, menyerukan perlindungan yang lebih baik dari para pekerja pendamping pendakian. Dia mengungkapkan, para Sherpa harus memiliki upaya untuk mengontrol industri mereka.
(ynt)
Lihat Juga :