Pandemi Virus Corona Intai Kamp Pengungsi Rohingya

Jum'at, 15 Mei 2020 - 22:33 WIB
Pengacara senior Refugees International untuk hak asasi manusia, Daniel Sullivan, mengatakan kasus Covid-19 pertama adalah "realisasi dari skenario mimpi buruk".

"Kami sedang melihat prospek yang sangat nyata bahwa ribuan orang mungkin meninggal karena Covid-19, dengan tidak ada tempat perawatan intensif di kamp-kamp pengungsian," kata Shamim Jahan dari Save the Children

Kelompok-kelompok hak asasi manusia dan lainnya juga mengkritik Bangladesh karena memotong akses internet di kamp-kamp itu. Pihak berwenang beralasan itu dilakukan untuk memerangi perdagangan narkoba dan kegiatan kriminal lainnya.

Kurangnya akses internet berarti informasi sulit didapat dan munculnya desas-desus, misalnya virus Corona selalu berakibat fatal.

"Komunikasi terbuka sangat penting untuk meningkatkan kesadaran akan kebersihan dan melacak penyebaran penyakit," kata Sullivan.

"Saya telah menyerukan kepada pemerintah Bangladesh untuk memberikan akses internet. Sepertinya saya menggelikan bahwa mereka tidak," kata Brownback kepada wartawan di Washington.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!