Tingkatkan Akses Pendidikan untuk Anak Perempuan Jadi Fokus Inggris di G7
Jum'at, 22 Januari 2021 - 17:11 WIB
UNICEF telah melaporkan bahwa tingkat kelulusan anak perempuan dan laki-laki di tingkat sekolah dasar dan menengah atas hanya berbeda dua persen, sedikit lebih tinggi untuk anak perempuan. Ini merupakan berita baik," ungkapnya.
"Meskipun demikian, selalu ada pekerjaan yang harus dilakukan. Setiap negara perlu terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan - untuk mempersiapkan kaum muda dengan keterampilan abad ke-21 yang mereka butuhkan untuk bekerja, menyediakan informasi dan panduan karier yang berkualitas, serta peluang untuk pendidikan lanjutan," sambungnya.
Inggris, ungkapnya, siap mendukung upaya dan program pemerintah Indonesia yang signifikan untuk terus memajukan sektor ini. Baca juga: Indonesia – Inggris Gelar Lokakarya Perlindungan Data dan Keamanan Siber di Telemedicine
"Salah satu cara yang telah kami lakukan adalah dengan menjadikan kesetaraan gender dan inklusi sosial sebagai pusat penyampaian program Inggris-Indonesia," jelasnya.
"Seperti misalnya, akses terhadap energi yang merupakan pendorong utama dalam mendukung pendidikan anak perempuan, khususnya di kawasan Indonesia bagian Timur. Cara lain Inggris mendukung upaya ini adalah melalui program British Council di Indonesia," tukas Jenkins.
"Meskipun demikian, selalu ada pekerjaan yang harus dilakukan. Setiap negara perlu terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan - untuk mempersiapkan kaum muda dengan keterampilan abad ke-21 yang mereka butuhkan untuk bekerja, menyediakan informasi dan panduan karier yang berkualitas, serta peluang untuk pendidikan lanjutan," sambungnya.
Inggris, ungkapnya, siap mendukung upaya dan program pemerintah Indonesia yang signifikan untuk terus memajukan sektor ini. Baca juga: Indonesia – Inggris Gelar Lokakarya Perlindungan Data dan Keamanan Siber di Telemedicine
"Salah satu cara yang telah kami lakukan adalah dengan menjadikan kesetaraan gender dan inklusi sosial sebagai pusat penyampaian program Inggris-Indonesia," jelasnya.
"Seperti misalnya, akses terhadap energi yang merupakan pendorong utama dalam mendukung pendidikan anak perempuan, khususnya di kawasan Indonesia bagian Timur. Cara lain Inggris mendukung upaya ini adalah melalui program British Council di Indonesia," tukas Jenkins.
(esn)
Lihat Juga :