AS Jengkel Didesak Tarik Semua Bom Nuklirnya dari Jerman

Jum'at, 15 Mei 2020 - 12:24 WIB
Tetapi komentar Grenell juga muncul sehari setelah Merkel mengutip "bukti kuat" bahwa Rusia berada di belakang serangan hacker 2015 di kantor Bundestag-nya, serangan yang dia sebut; "menyakitkan saya".

"Bahaya yang mengancam perdamaian di Eropa bukanlah 'anakronisme', seperti yang kita yakini," kata Grenell. (Baca juga: AS Gila-gilaan Bikin Senjata Nuklir, tapi Tak Berdaya Lawan Covid-19 )

"Invasi Rusia ke Ukraina, penyebaran rudal-rudal berkemampuan nuklir baru oleh Rusia di pinggiran Eropa dan kemampuan baru China, Korea Utara, dan negara-negara lain menegaskan bahwa ancaman itu terlalu hadir."

Perdebatan mengenai senjata nuklir dipicu oleh berita bulan lalu bahwa Kementerian Pertahanan Jerman ingin membeli 45 unit pesawat tempur F-18 dari Boeing AS untuk menggantikan pesawat Tornado yang sudah tua. Pesawat baru yang diinginkan harus mampu mengambil alih tugas militer Jerman dalam berbagi nuklir, di mana pesawat baru itu nantinya akan membawa bom nuklir AS ke target ketika krisis pecah.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!