Burundi Usir Tim WHO di Tengah Pandemi Corona
Kamis, 14 Mei 2020 - 22:53 WIB
Sementara itu Kepala badan pengontrol penyakit regional, John Nkengasong, menyebut pengusiran itu "tidak menguntungkan" dan mengkritik keputusan untuk mengadakan pemilu selama krisis kesehatan.
"Kita seharusnya secara kolektif menghilangkan virus dari semua tempat yang mungkin menjadi lokasi penularan," kata Nkengasong, kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Afrika yang merupakan cabang dari Uni Afrika.
"Akan sangat sulit bagi negara untuk mengatasi virus. Kasus telah meningkat di negara-negara yang maju dan mengadakan pemilu," tambahnya pada konferensi pers di Ethiopia seperti dikutip dari Reuters, Kamis (14/5/2020).
Seorang kandidat presiden untuk partai oposisi FRODEBU, Léonce Ngendakumana, menyesalkan pengusiran tim WHO.
"Negara itu sendiri tidak akan mampu menahan pandemi," katanya kepada Reuters.
Penyelenggaran pemilu untuk mengganti Presiden Pierre Nkurunziza, yang berulang kali dituduh melakukan pelanggaran HAM dan sebelumnya juga telah mengusir perwakilan badan internasional lainnya, akan jatuh tempo pada 20 Mei.
"Kita seharusnya secara kolektif menghilangkan virus dari semua tempat yang mungkin menjadi lokasi penularan," kata Nkengasong, kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Afrika yang merupakan cabang dari Uni Afrika.
"Akan sangat sulit bagi negara untuk mengatasi virus. Kasus telah meningkat di negara-negara yang maju dan mengadakan pemilu," tambahnya pada konferensi pers di Ethiopia seperti dikutip dari Reuters, Kamis (14/5/2020).
Seorang kandidat presiden untuk partai oposisi FRODEBU, Léonce Ngendakumana, menyesalkan pengusiran tim WHO.
"Negara itu sendiri tidak akan mampu menahan pandemi," katanya kepada Reuters.
Penyelenggaran pemilu untuk mengganti Presiden Pierre Nkurunziza, yang berulang kali dituduh melakukan pelanggaran HAM dan sebelumnya juga telah mengusir perwakilan badan internasional lainnya, akan jatuh tempo pada 20 Mei.
Lihat Juga :