Varian Baru Covid-19 Butuh Vaksin Baru

Kamis, 07 Januari 2021 - 10:17 WIB
Pekan lalu,CEO BioNTech Ugur Sahin menjamin kalau vaksin yang menggunakan RNA bisa membentuk system kekebalan tubuh dalam melawan virus. “Vaksin itu seharus mampu melindungi dari varian baru corona,” ujarnya. (Baca juga: Pandangan Islam Terhadap Syiah dan Ahmadiyah)

Namun demikian, para pakar kesehatan menyatakan kekhawatiran mendalam mengenai kekritisan program vaksinasi global . “Ini menjadi keprihatinan teoritis. Kekhawatiran yang masuk akal karena varian Afrika Selatan mungkin lebih resisten," kata Profesor Shabir Madhi, yang memimpin uji coba vaksin Oxford-AstraZeneca di Afrika Selatan, dilansir BBC.

Seharusnya, vaksin mengajarkan tubuh untuk meningkatkan respons kekebalan yang termasuk menciptakan antibodi untuk melawan virus corona . Antibodi adalah protein kecil yang dibuat oleh sistem kekebalan tubuh yang menempel pada permukaan virus, dan secara efektif melumpuhkannya.

Jika kemampuan untuk terhubung itu melemah, maka antibodi yang dibuat setelah pemberian vaksin mungkin tidak efektif. “Tidak mungkin bahwa mutasi di Afrika Selatan akan membuat vaksin saat ini tidak berguna, tetapi mungkin melemahkan dampaknya,” kata Madhi.

Apa solusinya? Ahli vaksin di Universitas Wits, Profesor Helen Rees, mengatakan jika modifikasi lebih lanjut dari vaksin diperlukan untuk mengatasi varian baru. ”Teknologi vaksin yang sedang dikembangkan dapat memungkinkan ini dilakukan dengan relatif cepat,” ujarnya. (Baca juga: Akhirnya, Mendikbud Nadiem Pastikan Formasi CPNS Guru akan Tetap Ada)

Afrika Selatan baru-baru ini menolak saran dari pemerintah Inggris bahwa variannya lebih menular daripada yang ada di Inggris. Para ilmuwan bersikeras tidak ada bukti terkait hal itu, atau pun bahwa mutasi di sini membuat virus lebih mematikan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!