Geram Lihat Pendukung Trump Serbu US Capitol, Biden: Ini Pemberontakan!
Kamis, 07 Januari 2021 - 09:04 WIB
“Seorang warga sipil tewas setelah ditembak selama kekacauan itu,” papar laporan media lokal.
FBI mengatakan telah melucuti dua perangkat peledak yang dicurigai dibawa para pendukung Trump.
“Itu adalah serangan paling merusak pada bangunan ikonik itu sejak tentara Inggris membakarnya pada tahun 1814,” ungkap pernyataan US Capitol Historical Society.
Adegan kacau terungkap setelah Trump berbicara kepada ribuan pendukungnya. Dia mengulangi klaim tidak berdasar bahwa pemilu dicuri darinya karena penipuan dan penyimpangan yang meluas.
Bahkan sebelum pemilu, Trump menolak berkomitmen untuk transfer kekuasaan secara damai jika dia kalah.
Biden dari Partai Demokrat yang mengalahkan Trump dalam pemilu 3 November itu akan menjabat pada 20 Januari. Dia mengatakan aktivitas para pengunjuk rasa itu "berbatasan dengan hasutan."
Mantan wakil presiden itu mengecam aksi para demonstran yang menyerbu US Capitol, menghancurkan jendela, menduduki kantor, menyerbu Kongres, dan mengancam keselamatan para pejabat terpilih.
"Ini bukan protes, ini pemberontakan!" tegas Biden.
(BACA JUGA : Inilah Manusia Pertama yang Membuka Pintu Surga )
Dia mendesak Trump menyerukan "diakhirinya pengepungan ini" di televisi nasional.
Dalam video yang diunggah ke Twitter, Trump mengulangi klaim palsunya tentang penipuan pemilu tetapi mendesak para pengunjuk rasa untuk pergi.
FBI mengatakan telah melucuti dua perangkat peledak yang dicurigai dibawa para pendukung Trump.
“Itu adalah serangan paling merusak pada bangunan ikonik itu sejak tentara Inggris membakarnya pada tahun 1814,” ungkap pernyataan US Capitol Historical Society.
Adegan kacau terungkap setelah Trump berbicara kepada ribuan pendukungnya. Dia mengulangi klaim tidak berdasar bahwa pemilu dicuri darinya karena penipuan dan penyimpangan yang meluas.
Bahkan sebelum pemilu, Trump menolak berkomitmen untuk transfer kekuasaan secara damai jika dia kalah.
Biden dari Partai Demokrat yang mengalahkan Trump dalam pemilu 3 November itu akan menjabat pada 20 Januari. Dia mengatakan aktivitas para pengunjuk rasa itu "berbatasan dengan hasutan."
Mantan wakil presiden itu mengecam aksi para demonstran yang menyerbu US Capitol, menghancurkan jendela, menduduki kantor, menyerbu Kongres, dan mengancam keselamatan para pejabat terpilih.
"Ini bukan protes, ini pemberontakan!" tegas Biden.
(BACA JUGA : Inilah Manusia Pertama yang Membuka Pintu Surga )
Dia mendesak Trump menyerukan "diakhirinya pengepungan ini" di televisi nasional.
Dalam video yang diunggah ke Twitter, Trump mengulangi klaim palsunya tentang penipuan pemilu tetapi mendesak para pengunjuk rasa untuk pergi.
Lihat Juga :