India Kalang Kabut, 350.000 Unggas Mati Akibat Flu Burung
Rabu, 06 Januari 2021 - 10:24 WIB
“Hingga Senin malam, kami telah mencatat mati 2.403 ekor angsa berkepala batang yang semuanya positif virus H5N1. Ini serius dan kami mengikuti pedoman dari Kementerian untuk menghentikan penyebaran virus ke unggas peliharaan,” ujar Dr Munish Batta, wakil direktur epidemiologi di departemen peternakan. (Lihat Infografis: Ini Negara yang Mengembangkan Drone Bawah Laut Selain China)
Angsa berkepala batang tiba di Danau Bendungan Pong, yang terletak di negara bagian Himachal, dari Asia Tengah, Rusia, Mongolia, dan wilayah lain pada musim dingin setelah melintasi pegunungan Himalaya. Januari lalu, lebih dari 100.000 burung itu berada di danau.
Batta lebih lanjut mengatakan radius 10 kilometer di wilayah sekitar danau dalam pengawasan ketat setelah lima bangkai angsa pertama dinyatakan positif flu burung, dan pariwisata telah ditangguhkan.
Kebun binatang Gopalpur di distrik Kangra telah disiagakan.
“Sebanyak 589 bangkai burung gagak dan merpati lainnya ditemukan positif flu burung di negara bagian barat Rajasthan,” ujar seorang pejabat negara.
“Karena kami tidak mengetahui sumber pasti dari unggas tersebut, sejauh ini kami memastikan bahwa unggas yang mati dikubur atau dibakar dan area tersebut didisinfeksi, sesuai pedoman Kementerian,” papar Dr Virender Singh, direktur departemen peternakan negara bagian Rajasthan.
Angsa berkepala batang tiba di Danau Bendungan Pong, yang terletak di negara bagian Himachal, dari Asia Tengah, Rusia, Mongolia, dan wilayah lain pada musim dingin setelah melintasi pegunungan Himalaya. Januari lalu, lebih dari 100.000 burung itu berada di danau.
Batta lebih lanjut mengatakan radius 10 kilometer di wilayah sekitar danau dalam pengawasan ketat setelah lima bangkai angsa pertama dinyatakan positif flu burung, dan pariwisata telah ditangguhkan.
Kebun binatang Gopalpur di distrik Kangra telah disiagakan.
“Sebanyak 589 bangkai burung gagak dan merpati lainnya ditemukan positif flu burung di negara bagian barat Rajasthan,” ujar seorang pejabat negara.
“Karena kami tidak mengetahui sumber pasti dari unggas tersebut, sejauh ini kami memastikan bahwa unggas yang mati dikubur atau dibakar dan area tersebut didisinfeksi, sesuai pedoman Kementerian,” papar Dr Virender Singh, direktur departemen peternakan negara bagian Rajasthan.
Lihat Juga :