500.000 Warga Wuhan Terjangkit Covid, Lebih Tinggi dari Data Awal

Rabu, 30 Desember 2020 - 12:00 WIB
Studi ini dilakukan menjelang kunjungan tim ilmuwan internasional ke Wuhan untuk menyelidiki asal-usul virus. Mereka akan berkunjung bulan depan, setelah berbulan-bulan negosiasi dengan Beijing yang enggan menyetujui penyelidikan independen. (Lihat Infografis: Indonesia Disebut Akan Mundur dari Proyek Jet Tempur KF-X/IF-X Korsel)

China awal tahun ini dituduh kurang transparan atas data infeksi virusnya, dengan para kritikus meragukan sejauh mana jumlah mereka dapat dipercaya. (Lihat Video: Vaksin Covid-19 Halal atau Haram?)

“Studi tersebut mengambil sampel dari 34.000 orang di Wuhan, serta provinsi Hubei yang lebih luas, Beijing, Shanghai dan empat provinsi lainnya,” papar pernyataan CDC China di WeChat.

Para peneliti menemukan tingkat prevalensi antibodi 4,43% di Wuhan, dan tingkat prevalensi 0,44% di provinsi Hubei yang lebih luas.

Pernyataan itu menambahkan bahwa hanya dua orang yang dinyatakan positif antibodi di antara 12.000 orang yang dites di luar Hubei.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!