Iran Perluas Penerapan Jam Malam di 330 Kota untuk Cegah Covid-19

Senin, 28 Desember 2020 - 20:02 WIB
Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran Sima Sadat Lari mengatakan 134 orang telah meninggal karena COVID-19 dalam 24 jam terakhir, terendah sejak 13 September. (Lihat Infografis: Didukung Teknologi Informasi, Ini Pekerjaan Favorit di Masa Depan)

Dengan demikian, total kematian menjadi 54.574 orang di negara yang paling parah terkena dampak virus corona di Timur Tengah. (Lihat Video: Ratusan Rumah di Tiga Desa di Langkat Terendam Banjir)

Ada 5.760 kasus baru yang dilaporkan, terendah sejak 22 Oktober, sehingga total menjadi 1.194.964 kasus.

Kepala Bank Sentral Iran mengatakan pihaknya telah menerima persetujuan dari otoritas AS untuk mentransfer uang ke bank Swiss untuk membeli vaksin virus corona dari COVAX, kelompok multi-lembaga yang didedikasikan untuk memastikan akses yang adil terhadap vaksin untuk negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Tidak disebutkan vaksin produksi mana yang dibeli Iran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!